Saham BBCA Mendadak Jadi Penyumbang Net Sell Terbesar Januari, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mendadak merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 2,64 triliun sepanjang Januari 2025 berjalan. Aksi jual ini berbanding terbalik dengan saham bank BUMN dengan torehan pembelian bersih (net buy) asing.
Aksi jual saham BBCA bulan Januari 2025 berjalan tersebut berbanding terbalik dengan posisi beberapa bulan sebelumnya. BBCA masih menjadi incaran asing, meskipun saham bank pelat merah mencatatkan penjualan bersih tahun 2024.
Baca Juga
Total Kredit BCA (BBCA) Tumbuh 13,8% Tembus Rp 922 Triliun di 2024
Aksi jual pemodal asing tersebut memicu harga saham bank dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengalami penurunan sebanyak 4,10% sepanjang Januari 2025 berjalan atau terhitung sejak 2-24 Januari 2025.
Penurunan harga saham BBCA tersebut juga berbanding terbalik dengan tiga saham bank BUMN papan atas lainnya, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 6,99%, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 5,73%, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 2,70% untuk periode yang sama.
Aksi jual saham BBCA juga berbanding terbalik dengan performa kinerja keuangannya sepanjang tahun 2024. Bahkan, sejumlah analis menilai bahwa performa keuangan tahun lalu sudah sesuai dengan estimasi.
BCA dan entitas anak membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp 54,8 triliun sepanjang tahun 2024. Angka tersebut naik 12,7% year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang sebesar Rp 82,3 triliun, tumbuh 9,5% yoy per akhir Desember 2024. Sementara itu, pendapatan non bunga meningkat 10,2% yoy menjadi Rp 25,2 triliun.
Rekomendasi BBCA
Sementara itu, sejumlah sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli. Bahkan, salah satu sekuritas merevisi naik target harga saham BBCA.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga direvisi naik dari semula Rp 11.800 menjadi Rp 11.900. Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500.
Baca Juga
Bos BCA Ungkap Pertumbuhan Kredit Korporasi di Tahun 2024 Banyak Ditopang Proyek Hilirisasi
Rekomendasi beli saham BBCA juga diberikan analis Sucor Sekuritas Edward Lowis. Saham BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 11.500, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu Rp 9.350.
Dia menilai bahwa BBCA kemungkinan mengkaji ulang tingkat bunga kredit, khususnya segmen property dan kendaraan bermotor, guna memitigasi kenaikan biaya dana dan peluang penurunan kualitas kredit. Sedangkan margin bunga bersih (NIM) perseroan tahun ini diprediksi berkisar 5,7-5,8% atau hampir sama dengan tahun lalu sebeasr 5,8%.
Grafik Saham BBCA

