Bos BEI Minta Investor Tak 'Panic Selling' Usai Pengumuman MSCI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman meminta investor untuk tidak melakukan aksi panic selling menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia, termasuk pembekuan sejumlah perubahan dalam proses index review dan peninjauan indeks Februari 2026.
“Pertama mungkin gini, panik itu kan behavior (perilaku pasar). Justru makanya hari ini kami direksi juga menyampaikan Ini komitmen yang kita lakukan. Tapi buat kita adalah justru support teman-teman media penting,” kata Iman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (28/1/2026).
Ia menyoroti pemberitaan yang cenderung menekankan sisi negatif dari pengumuman MSCI, sehingga diperlukan penyeimbang agar publik juga memahami adanya sisi positif dari kondisi tersebut.
“Karena semuanya kan bicara negative side, down side-nya. Perlu ada yang meyakinkan bahwa ini juga ada positive side-nya,” kata Iman.
Baca Juga
Lebih lanjut, Iman menegaskan otoritas pasar modal tidak tinggal diam. BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus melakukan berbagai langkah untuk merespons situasi yang ada.
Ia pun mengimbau investor, khususnya ritel dan domestik, agar tidak ikut terbawa arus kepanikan. Untuk itu, peran media dinilai krusial dalam membantu menenangkan pasar.
“Nah ini kan perlu tadi, memastikan bahwa terutama investor ritel atau domestik untuk tidak ikut-ikutan panik Karena ini makanya yang kita lakukan hari ini. Jadi, secara behavior kita juga lakukan Jadi tidak semua apakah tadi tidak panik,” jelasnya.
“Saya butuh bantuan teman-teman semua media hari ini juga untuk bantu menenangkan bahwa apa yang dilakukan ini belum selesai. Apa yang disampaikan oleh MSCI belum end of the kondisi yang terburuk,” lanjut Iman.
Iman menambahkan, BEI tetap menghargai metodologi yang digunakan MSCI, namun pada saat yang sama pihaknya berupaya menjelaskan kondisi riil pasar modal Indonesia kepada penyedia indeks global tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sekitar Rp 3 triliun pada sesi I perdagangan hari ini, seiring melemahnya indeks harga saham gabungan (IHSG).
“Di sesi I net outflow dari asing Rp 3 triliun. Which is menurut kita Rp 3 triliun dari Rp 30 triliun, karena posisinya sebenarnya asing juga masih ada beli gitu loh dan cukup banyak belinya. Jadi kalau impact margin kemungkinan besar begitu,” jelas Irvan.
Baca Juga
Meski demikian, Irvan menilai tekanan IHSG tidak menimbulkan isu signifikan bagi investor ritel. Ia menyebut, hingga saat ini tidak terdapat dampak besar terkait margin call atau peringatan dari broker, karena investor domestik dinilai masih cukup kuat menopang perdagangan.
Selain itu, Iman Rachman juga mengungkapkan nilai transaksi bursa sejatinya dapat mencapai Rp 31 triliun apabila tidak ada pengumuman dari MSCI. Hal tersebut mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
“Hari ini tanpa adanya MSCI bikin report announcement Rp 31 triliun. Pak Irvan bilang tadi, hari ini yang keluar berapa Rp 3,6 triliun dari Rp 30 triliun. Jadi 90% masih percaya market kita,” bebernya.

