Gunakan Dana Hasil IPO, Fore Kopi (FORE) Ekspansi Gerai Rp 101 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) melakukan ekspansi gerai baru dengan menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp 101,84 miliar hingga akhir 2025.
Mengutip laporan resmi perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan yang melantai di bursa sejak 14 April 2025 itu juga menggunakan Rp 1 miliar dana hasil IPO untuk setoran modal ke anak usaha, PT Cipta Favorit Indonesia (CFI). CFI merupakan entitas usaha Fore yang mengelola bisnis Fore Donut.
Direktur Strategi dan Pengembangan Korporasi Fore Kopi Indonesia, M Fahmi Rachmattulah menjelaskan, manajemen melihat peluang besar untuk menjadi salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan industri donat di Indonesia ke depan.
Baca Juga
Fore Kopi (FORE) Luncurkan Fore Donut, Bidik Pasar Donat Premium Indonesia
Berdasarkan riset Redseer, menurut Fahmi, industri donat di Indonesia masih dalam tahap yang sangat awal, dengan valuasi pasar sekitar US$ 213 juta pada 2024. Jumlah ini hanya 0,1% dari total pengeluaran (konsumsi) makanan dan minuman, jauh di bawah Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan angka US$ 8,85 miliar.
Fahmi menyebutkan, Jepang dengan jumlah penduduk yang relatif jauh lebih sedikit, mencatatkan valuasi pasar donat sebesar US$ 607 juta. Dalam demikian, potensi pertumbuhan pasar donat di Indonesia diperkirakan dapat mencapai rata-rata (CAGR) 16% per tahun hingga 2030.
“Hal ini didukung juga oleh tren kopi dan snack pairing,” imbuh Fahmi Rachmattulah dalam wawancara eksklusif dengan investortrust.id, beberapa waktu lalu.
Setelah membuka cabang pertamanya di Supermall Karawaci, Fore Donut memperluas kehadirannya di Panglima Polim Jakarta dan Mall Grand Indonesia karena respons positif yang melebihi ekspektasi manajemen. Per September 2025, FORE telah mengoperasikan 290 lebih gerai kopi di 50 kota lebih di Indonesia dan Singapura.
Fahmi menegaskan, setiap ekspansi FORE dilakukan dengan proses yang terstruktur dan terencana matang, mulai analisis lokasi berbasis data hingga penilaian berbagai faktor, seperti aksesibilitas, visibilitas, fasilitas pendukung, dan performa historis.
“Dengan ini kami dapat memastikan bahwa setiap outlet yang dibuka memiliki potensi performa yang baik, termasuk di kota-kota tier 2 dan tier 3,” ungkap dia.
Citra FORE sebagai merek premium yang terjangkau, kata Fahmi, turut menjadikannya relevan dan mudah diterima pasar secara luas di seluruh Indonesia. Hal ini pula yang secara langsung menopang skala ekspansi perusahaan yang cukup cepat, namun tetap terkendali.
Baca Juga
Fore Kopi (FORE) Bidik Kenaikan Laba 70% di 2025, Ekspansi Ini Dikebut
Dia menambahkan, dalam jangka pendek dan menengah, FORE berencana tetap pada fokus awal, yaitu ekspansi yang disiplin, penguatan operasional, dan pengembangan portofolio. Pengembangan dimaksud salah satunya tecermin pada peluncuran merek baru, yaitu Fore Donut.
“Agenda ekspansi yang didanai dari hasil IPO juga sejauh ini sepenuhnya on-track dan terus dieksekusi secara terukur,” tutur Fahmi.
Dia mengatakan, dengan penggunaan Rp 101 miliar, dana hasil IPO FORE hingga akhir 2025 tersisa Rp 235,35 miliar yang ditempatkan dalam rekening giro di Bank Mandiri dengan bunga 5% per tahun.
Pada perdagangan di BEI, Jumat (23/1/2026), saham FORE ditutup melemah 10 poin (1,9%) ke level Rp 520. Emiten yang dinakhodai Vico Lomar itu mencatatkan market cap Rp 4,6 triliun.

