Fore Kopi (FORE) Bidik Kenaikan Laba 70% di 2025, Ekspansi Ini Dikebut
JAKARTA, investortrust.id – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membidik pertumbuhan laba bersih signifikan hingga 70% tahun 2025. Optimisme tersebut didukung atas ekspansi gerai yang pesat tahun ini.
“Tahun 2025, kita membidik untuk pertumbuhan laba kita berkisar sekitar 70%. Sementara pendapatannya diharapkan berutmbuh sekitar 40% hingga 50%,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan FORE Muhammad Fahmi dalam paparan publik usai RUPST yang digelar di Fore Experience, Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Baca Juga
Usai Fore Kopi (FORE) Sukses Gelar IPO Saham, Kopi Kenangan bakal Menyusul?
Guna mendukung rencana tersebut, dia mengatakan, FORE akan membuka 70 gerai baru sepanjang tahun ini. Fokus ekspansi diarahkan ke kota-kota tier 2 dan tier 3, yang dinilai memiliki potensi pasar menjanjikan. Tak hanya memperluas jaringan, FORE juga akan secara rutin merilis produk seasonal setiap tiga bulan, disertai program promosi yang intensif untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Terkait pembiayaan ekspansi, Direktur Keuangan FORE Tjhong Pie Chen menyebutkan, FORE menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 222- 225 miliar. "Capex sendiri tahun ini kita sekitar Rp 225 miliar, di mana 80% kita fokuskan untuk keperluan ekspansi baik fore coffee dan fore donut yang mayoritas di Indonesia dan Singapura," ucap Tjhong Pie Chen
Merujuk laporan keuangan tahun 2024, FORE mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 115% menjadi Rp 1,04 triliun. Pertumbuhan paling pesat dicatatkan laba bersih mencapai 4.900% menjadi Rp 58,2 miliar. Hal ini ditandai dengan penambahan jumlah gerai hingga 35% menjadi 232 gerai pada akhir tahun 2024.
Baca Juga
Usai Tuntaskan IPO Saham, Fore Kopi (FORE) Bidik Penambahan 140 Outlet dalam Dua Tahun
Dengan capaian income statement FORE tahun lalu, yaitu ekuitas Fore Coffee menjadi Rp 253,12 miliar atau melesat 227%, sedangkan liabilitas tercatat meningkat 48% menjadi Rp 387,64 miliar. Dengan demikian, hingga akhir 2024 total aset Fore Coffee menjadi Rp 640,76 miliar atau bertumbuh 89%.
Perseroan juga optimistis adanya komitmen operational excellence sebagai pilar utama untuk menjaga kualitas dan efisiensi ikut mendongkrak pertumuhan tahun ini.

