Laba Bersih BTN (BBTN) Melesat 21,10% Jadi Rp 2,91 Triliun hingga November 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Perseo) Tbk atau BTN (BBTN) sukses mencatatkan kinerja yang solid. Bank pelat merah itu mencetak laba bersih Rp 2,91 triliun hingga November 2025, melesat 21,10% dibanding Rp 2,40 triliun pada periode sama 2024.
Merujuk laporan keuangan belum audit (unaudited), Sabtu (24/1/2026), kenaikan laba bersih yang ditorehkan bank tersebut salah satunya didorong oleh penyaluran kredit yang meningkat.
Hingga November 2025, kredit yang disalurkan BTN mencapai Rp 333,44 triliun, tumbuh 6,94% dibanding periode sama 2024 sebesar Rp 311,78 triliun.
Baca Juga
Dari sisi penghimpunan dana, bank berkode saham BBTN yang dinakhodai Nixon LP Napitupulu ini berhasil mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15,77%. Sampai November 2024, DPK BTN mencapai Rp 366,22 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 423,96 triliun pada periode yang sama 2025.
Sejalan dengan itu, total aset BTN mencapai Rp 505,99 triliun hingga November 2025, naik 12,16% dibanding periode yang sama 2024 yang mencapai Rp 449,36 triliun.
Menurut Dirut BTN, Nixon LP Napitupulu, untuk mempertahankan kinerja, BTN berkomitmen terus mendukung transisi industri perbankan nasional yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip green banking atau praktik perbankan yang ramah lingkungan.
Nixon mengungkapkan, pihaknya mendorong penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), salah satunya dengan tidak membiayai sektor-sektor yang tak berorientasi keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga
BBTN Masuk Fase Bullish? Ini Sinyal Teknikal & Katalis Fundamentalnya
”Kami tidak punya portofolio sama sekali di batu bara dan sawit, artinya kami tidak masuk ke sektor ekstraksi bumi,” ujar Nixon dalam keterangan pers, Jumat (23/1/2025).
Nixon menilai, perubahan arah praktik perbankan yang lebih ramah lingkungan semakin mendesak untuk dilakukan. Industri perbankan harus sadar dan tidak perlu menunggu pemerintah maupun regulator untuk mewajibkan green banking.
“Banking system harus bergerak, harus ada will (kemauan) dan keberanian untuk memulai. Nyatanya, kredit BTN tetap bertumbuh. Jadi, kita tidak perlu khawatir akan kehilangan bisnis atau margin,” tegas dia.

