Bagikan

Saham BTN Naik 5,17%, Asing Catat Net Buy Rp 27,8 Miliar

Poin Penting

Saham BTN (BBTN) naik 5,17% sepekan dan breakout dari fase konsolidasi.
Lonjakan volume dan net buy asing Rp27,8 miliar dorong sentimen positif.
Target teknikal BBTN berpeluang menuju 1.395 dengan support terus menguat.

JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) mencatat kinerja impresif pada perdagangan Jumat (16/1/2026) di level 1.220, meningkat 5,17% dalam sepekan. Capaian ini menandai breakout dari fase konsolidasi yang berlangsung sebulan dan membawa harga saham BTN ke posisi tertinggi dalam sepekan terakhir.

Seminggu belakangan, pergerakan saham BBTN tergolong volatil dengan rentang perdagangan di kisaran 1.150 hingga 1.245. Kenaikan harga yang disertai lonjakan volume transaksi mencerminkan adanya akumulasi kuat dan pergeseran sentimen pasar ke arah positif.

Aktivitas transaksi saham BBTN di pekan ini juga melonjak, dengan rata-rata volume perdagangan dan nilai transaksi meningkat di atas 100% dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Di lain sisi, investor asing mencatatkan net buy Rp 27,8 miliar sepanjang pekan ini, hasil dari net buy di tiga sesi dan net sell dari satu sesi. Aliran modal asing paling deras berlangsung di sesi Selasa (13/1/2026) sebesar Rp 10 miliar dan sesi Rabu (14/12026) sebanyak Rp 14,7 miliar.

Net buy pekan ini melanjutkan tren positif sejak awal tahun, di mana secara kumulatif total aliran modal investor asing atas saham BBTN mencapai Rp 51,26 miliar.

Sejumlah sentimen positif turut menjadi katalis pergerakan saham BTN. Diantaranya adalah rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos, kepastian keberlanjutan subsidi uang muka KPR Sejahtera FLPP, serta rekomendasi ‘buy’ dari sejumlah perusahaan sekuritas.

Baca Juga

BBTN Masuk Fase Bullish? Ini Sinyal Teknikal & Katalis Fundamentalnya

Melalui rebranding Tabungan BTN Pos, perseroan menargetkan penguatan dana murah atau current account and saving account (CASA) hingga Rp 5 triliun dalam satu tahun. Strategi ini didukung jaringan hampir 3.000 kantor pos di seluruh Indonesia serta penguatan transaksi digital melalui Bale by BTN.

Sentimen positif lainnya datang dari sisi pendanaan. Per Desember 2025, BTN menghimpun dana Rp 2,3 triliun melalui penerbitan dua obligasi. Dana bersih sebesar Rp 2,8 triliun terserap sepenuhnya per 31 Desember 2025, dengan alokasi Rp 294,80 miliar untuk proyek sosial dan perumahan terjangkau, serta Rp 1,99 triliun untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi kredit.

Dari sisi teknikal, pelaku pasar juga menyoroti pergerakan saham BBTN. Dalam risetnya, Galeri Saham menyebut bahwa BBTN tengah berada dalam fase konsolidasi sehat dan menguji level resistensi kuat di area 1.175.

“Jika level ini berhasil ditembus dan bertahan di atasnya, tentu ada potensi bagi BBTN untuk bergerak naik lebih tinggi menuju 1.395 dengan minor target di 1.270,” ujarnya.

Support yang naik terus menunjukkan adanya dominasi buyer di saham ini. Trend optimizer yang berubah warna dari merah panjang ke putih menunjukan saham ini berada di fase bottom reversal,” sambungnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024