Blue Bird (BIRD) Fokus Layanan dan Ekspansi di Tengah Isu Merger Grab–GOTO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten transportasi darat, PT Blue Bird Tbk (BIRD) merespons rencana merger PT Grab Indonesia dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang belakangan menjadi perhatian publik.
Chief Marketing Officer BIRD Monita Moerdani mengatakan perseroan terus memantau dinamika pasar dan berbagai perkembangan di industri. Meski demikian, fokus utama Blue Bird tetap pada pengembangan bisnis inti dan penguatan layanan kepada pelanggan.
“Ya kita pasti selalu mengikuti kondisi dan pergerakan pasar, tapi kalau kita fokusnya lebih ke bagaimana caranya mengembangkan bisnis Blue Bird, kita pun juga berusaha selalu berkolaborasi, bekerja sama,” kata Monita saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, (20/1/2026).
Baca Juga
Kinerja Blue Bird (BIRD) Cerah di Kuartal Akhir 2025, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Menurut dia, prioritas utama Blue Bird adalah memastikan kualitas layanan tetap terjaga sekaligus memperluas pangsa pasar Blue Bird Group. “Yang jelas bagaimana caranya kita bisa selalu memberikan service terbaik juga memperluas pangsa pasar, itu yang menjadi fokus utama,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa peraturan presiden (perpres) tentang ojek online (ojol) masih menunggu proses merger Grab Indonesia dan GOTO. Hal tersebut dinilai akan memengaruhi substansi regulasi yang sedang disusun pemerintah.
“Perpres ojol nanti aku cek dahulu ya, karena kemarin diminta kepada teman-teman di Danantara untuk mempercepat prosesnya. Proses mergernya, karena itu mempengaruhi perpresnya,” ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Ekspansi Armada Listrik
Di sisi lain, Monita menuturkan Blue Bird terus melanjutkan agenda ekspansi, termasuk penambahan armada kendaraan listrik di sejumlah daerah. Penambahan tersebut dilakukan secara berkala sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Kita selalu menambah armada mobil listrik, termasuk kemarin kita di Bali, Surabaya, dan Medan pada akhir tahun kita baru nambah lagi. Ke depannya akan ada penambahan-penambahan,” jelasnya.
Terkait tantangan bisnis, Monita menilai isu utama yang dihadapi perseroan adalah menjaga relevansi merek di tengah perubahan pasar dan preferensi konsumen. Menurut dia, Blue Bird perlu memastikan posisinya tetap kuat sekaligus mampu tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Blue Bird (BIRD) Beri Sinyal Dividen 2025 hingga Kinerja Dipastikan Tumbuh Dua Digit
“Sebenernya poinnya masih sama seperti yang saya bilang tadi ya jadi tantangan kita itu selalu, maksudnya dua kan, mungkin umbrella besarnya adalah gimana caranya kita selalu menjadi brand yang relevan di market, maksudnya kita bisa menjaga posisi kita di market selalu berkembang jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, turunan tantangan tersebut adalah menjaga kualitas layanan bagi pelanggan loyal sekaligus mengakuisisi pengguna baru, khususnya generasi muda.
“Gimana caranya kita selalu memberikan service terbaik untuk para loyal users, kedua mengakuisisi user-user baru. Apalagi kalau ngomong user baru, kita harus memperhatikan mentranslasikan brand kita relevance ke generasi-generasi lebih muda yang mungkin belum se-familiar itu dengan Blue Bird dibandingkan generasi sebelumnya,” papar Monita.

