Kinerja Blue Bird (BIRD) Cerah di Kuartal Akhir 2025, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) diprediksi mencatatkan peningkatan kinerja keuangan memasuki kuartal akhir tahun ini, seiring dengan musim penghujan bersamaan dengan peningkatan permintaan armada selama libur Natal dan akhir tahun ini.
Hal ini mendorong Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BIRD dengan target harga Rp 2.900. Dengan target tersebut terbuka cuan lebih dari 63% saham ini, dibandingkan dengan harg penutupan perdagangan kemarin level Rp 1.770.
Baca Juga
Lepas 5,37% Saham IATA, MNC Asia (BHIT) Raup Rp 147,84 Miliar
Analis Samuel Sekuritas Jason Sebastian mengatakan, BIRD diperkirakan mencatat kinerja lebih kuat pada kuartal IV-2025 ditopang puncak musim hujan yang meningkatkan utilisasi taksi serta lonjakan permintaan shuttle antarkota dan antarprovinsi saat libur akhir tahun.
Ke depan, dia mengatakan, segmen non-taksi diproyeksi menjadi motor pertumbuhan utama dengan estimasi CAGR 24,3% untuk tahun 2025-2027. Bisnis rental mobil dan shuttle yang menyasar segmen menengah-atas menjadi pendorong utama. Adapun segmen taksi diproyeksikan bertumbuh pada kisaran low-teens, ditopang strategi dynamic pricing dan berkurangnya insentif pelanggan dari kompetitor on-demand.
Estimasi Kinerja Keuangan BIRD
Sumber: Samuel Sekuritas
Samuel Sekuritas juga menyebutkan bahwa masuknya Green SM, bagian dari Vingroup Vietnam, dengan taksi listrik VinFast sejak Desember 2024 menjadi kompetisi baru. Sebab, Green SM menawarkan tarif 30–40% lebih murah dari Blue Bird, sehingga berpotensi menarik penumpang pemula. Selain itu, kebangkitan kembali Express Taxi (TAXI) dapat meningkatkan tekanan kompetitif.
Baca Juga
Investor Waspada, Yield USTreasury Turun Jelang Rilis Data Ekonomi AS
Sejumlah faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BIRD dengan target harga Rp 2.900. Valuasi saham BIRD dinilai menarik dengan P/E 5,3 kali atau diskon 55% dari rata-rata industri. Emiten ini juga mencatat pertumbuhan EPS 21,2% YoY, imbal hasil dividen 8,2%, serta EV/taxi rendah sekitar US$ 14 ribu.
Hingga kuartal III-2025, BRID mencatat pendapatan Rp 1,45 triliun atau tumbuh 6,0% QoQ dan 8,5% YoY ditopang segmen taksi dengan kenaikan 7,5% QoQ dan 13,8% YoY berkat jumlah hari kerja yang lebih banyak. Adapun laba bersih mencapai Rp 147 miliar di kuartal III-2025, turun 13,5% QoQ dan 15,1% YoY. Hal ini menjadikan total laba bersih BIRD sepanjang Sembilan bulan menjadi Rp 483 miliar atau naik 10,6% YoY.

