Merdeka Gold (EMAS) Jawara Hari Ini: Harga Meroket 10%, Kalahkan Emiten Emas Lain
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat lonjakan harga signifikan pada perdagangan Selasa (20/1/2025) di Bursa Efek Indonesia (BEI). EMAS menyentuh level tertinggi Rp 6.100 dan menjadi saham produsen emas dengan kenaikan harga paling pesat hari ini.
Penguatan EMAS sekaligus membantu menahan indeks harga saham gabungan (IHSG) agar tidak jatuh lebih dalam ke zona merah pada sesi II perdagangan. Hingga pukul 14.50 WIB, saham EMAS naik 10% menjadi Rp 6.050, dengan rentang pergerakan Rp 5.400–6.100.
Baca Juga
Merdeka Gold Resources (EMAS) Mulai Ore Feeding di Tambang Emas Pani
Kenaikan harga saham EMAS melampaui saham-saham emiten emas lain, seperti ARCI naik 1,84% menjadi Rp 1.940, BRMS menguat 2,85% menjadi Rp 1.270, ANTM naik 1% menjadi Rp 4.040, PSAB menguat 2,42% menjadi Rp 635, MDKA naik 2,29% menjadi Rp 3.130, sedangkan INDY terkoreksi 1,11% menjadi Rp 3.560.
Lonjakan tersebut membuat kapitalisasi pasar EMAS meningkat menjadi Rp 97,48 triliun. Sejak melantai perdana pada 23 September 2025 di level Rp 2.880, saham EMAS telah menanjak 108,33% hingga perdagangan hari ini.
Penguatan saham EMAS sejalan dengan kenaikan harga komoditas emas global. Harga emas dunia kini mencapai US$ 4.719 per troy ounce atau naik 9,27% dalam sebulan terakhir, dengan kenaikan lebih dari 72% dalam setahun terakhir.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Bersiap Jadi Tambang Emas Raksasa Baru Asia Pasifik, Bagaimana Sahamnya?
Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai realisasi target produksi emas pada kuartal I tahun ini menjadi momentum penting bagi EMAS. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi penanda pergeseran EMAS dari saham berbasis narasi menuju emiten berbasis produksi nyata yang akan tercermin pada pendapatan, margin, dan arus kas ke depan.
Dari sisi eksternal, tren penguatan harga emas global didorong ketidakpastian geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, dan perpindahan investor ke aset lindung nilai. Kondisi tersebut dinilai memberikan limpahan sentimen positif bagi saham-saham berbasis emas, termasuk EMAS.
Dengan mempertimbangkan realisasi produksi pada kuartal I-2026, sentimen emas global yang masih kuat, serta potensi akumulasi investor menjelang rilis kinerja keuangan, prospek saham EMAS dinilai tetap positif sepanjang tahun ini.

