Punya Cadangan Emas 7 Juta oz, Merdeka Gold (EMAS) Ungguli Sejumlah Emiten Emas Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) merupakan emiten emas dengan cadangan emas terbesar kedua yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total cadangan (reserves) emas perseroan melalui proyek Pani Gold mencapai 7 juta oz (troy ounce) dengan kadar maupun grade mencapai 0,8 gram per ton. EMAS juga berpotensi menjadi perusahaan tambang emas dengan kapasitas produksi terbesar ketiga di Indonesia setelah Freeport dan Amman Mineral (AMMN).
Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas yang diterbitkan pada 16 September 2025, sumber daya EMAS menempati cadangan teratas sebanyak 7 juta oz dibandingkan empat emiten pertambangan emas lainnya. Di antaranya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memiliki cadangan sebanyak 5,1 juta oz, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebanyak 3,4 juta oz, PT J Resources Tbk (PSAB) sebanyak 2 juta oz, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) sekitar 1,5 juta oz.
Baca Juga
Saham EMAS Melonjak Dekati ARA Usai First Mining Proyek Pani, Prospek Bullish hingga Rp 5.000
Sedangkan dari sisi produksi, PSAB mencatatkan volume produksi sebanyak 100,7 ribu ons emas, ARCI sebanyak 93,4 ribu ons, dan BRMS sebanyak 65,0 ribu ons. INDY melalui proyek tambang emas Awak Mas membidik kapasitas produksi emas sebesar 100.000–120.000 troy ounce per tahun mulai tahun 2026. EMAS sendiri baru mulai produksi tahun depan, jika target produksi sesuai rencana, EMAS bakal menjadi perusahaan pertambangan emas dengan produksi terbanyak ketiga di Indonesia dengan produksi 495 ribu oz per tahun ke depan.
Merdeka Gold (EMAS) sendiri baru memluai penambangan pertama (first mining) di Proyek Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini menandai fase operasi penambangan setelah tahap pengupasan lapisan tanah (overburden stripping) berhasil diselesaikan. Pada tahap awal, perseroan mengadopsi metode heap leach dengan kapasitas pengolahan 7 juta ton bijih per tahun yang berpotensi menghasilkan sekitar 140.000 ounces emas per tahun dan ditarget meningkat menjadi 495 ribu oz per tahun dalam beberapa tahun mendatang.
Keunggulan saham EMAS lainnya adalah biaya penambangan atau cash cost relative murah mencapai US$ 1.200 per oz (termasuk royalti), dibandingkan dengan perkiraan harga emas saat ini US$ 3.700 per oz, margin laba sebelum pajak EMAS bisa mencapai US$ 2.500 per oz dan setelah pajak mencapai US$ 2.000 per oz. Cast cost Merdeka Gold (EMAS) lebih rendah, dibandingkan ARCI sekitar US$ 1.881 per ounce di luar royalty. Sedangkan cast cost BRMS senilai US$ 904 per ounce dan PSAB senilai US$ 928 per ounce.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Merdeka Gold (EMAS) merupakan perusahaan penambangan emas dengan kapitalisasi pasar (market cap) nomor tiga terbesar dengan nilai Rp 75,39 triliun. Market cap EMAS masih berada di bawah BRMS senilai Rp 135 triliun. EMAS mengungguli market cap ARCI bernilai Rp 23,84 triliun, PSAB mencapai Rp 15,08 triliun, dan INDY senilai Rp 12,29 triliun.
Saham EMAS didukung free float saham mencapai 13,63% dengan kapitalisasi pasar Rp 75,39 triliun, saham EMAS berpeluang masuk dalam dalam perhitungan MSCI Index large capital ke depan. Masuknya saham EMAS dalam perhitungan indeks MSCI akan memasu arus dana pasif tambahan dan menarik investor asing. Bandingkan dengan saham ARCI yang dikuasai masyarakat hanya 8,88%. Sedangkan BRMS tercatat dengan free float paling besar mencapai 40,83% saham yang dikuasai masyarakat.
Baca Juga
Merdeka Gold Resources (MGR), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mengembangkan Proyek Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo. Tambang tersebut memiliki potensi sumber daya mencapai 7 juta oz emas, sekaligus menjadikannya salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Proyek ini dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dengan umur panjang dan produksi puncak hingga 500.000 oz per tahun, dengan produksi emas pertama dijadwalkan pada kuartal pertama 2026.
Perseroan sebelumnya telah melepas sebanyak 1,62 miliar saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pelaksanaan Rp 2.880 per saham. Penawaran umum perdana (IPO) ini berhasil menghimpun dana masyarakat Rp 4,66 triliun. Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja anak perusahaan di bidang penambangan dan pengolahan emas, serta untuk pembayaran sebagian pinjaman.
Prospek Kinerja
Prospek pertumbuhan kinerja keuangan EMAS tertinggi dibandingkan beberapa emiten tambang emas lainnya. Trimegah Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan tren peningkatan kinerja keungan EMAS mulai sepanjang 2026-2029. Pendapatan EMAS diprediksi mencapai US$ 293,1 juta dengan laba bersih US$ 97 juta pada 2026, target pendapatan dan laba bersih tahun 2027 masing-masing US$ 381,6 juta dan US$ 132 juta, dan diprediksi melesat dengan pendapatan US$ 1,22 miliar pada 2029 dan laba bersih US$ 519 juta pada 2029.
Trimegah Sekuritas memprediksi rata-rata kenaikan tahunan pendapatan EMAS mencapai 61% dan laba bersih mencapai 42% per tahun dalam lima tahun ke depan. Proyeksi lompatan kinerja tersebut merefleksikan target pertumbuhan produksi bersamaan dengan tren kenaikan harga emas dunia.
Baca Juga
Harga Wajar Saham Merdeka Gold (EMAS) Rp 7.900! Begini Perhitungannya
Terkait prospek pertumbuhan kinerja keuangan BRMS, Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa pendapatan perseroan diprediksi meningkat menjadi US$ 302 juta tahun ini dan laba bersih senilai US$ 53 juta. Kinerja BRMS diharapkan kembali meningkat tahun 2027 dengan perkiraan pendapatan US$ 414 juta dan laba bersih sekitar US$ 30 juta.
Kinerja keuangan ARCI dalam riset Mandiri Sekuritas yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa pendapatan ARCI diprediksi meningkat menjadi US$ 501 juta pada 2025 dengan laba bersih US$ 90 juta dan diharapkan kembali meningkat dengan pendapatan menjadi US$ 718 juta pada 2027 dan laba bersih senilai US$ 150 juta.
Begitu juga dengan kinerja keuangan INDY dalam riset yang diterbitkan Sucor Sekuritas beberapa waktu lalu memperkirakan bahwa pendapatan meningkat menjadi US$ 2,1 miliar tahun ini dan laba bersih US$ 5 juta dan diharapkan meningkat menjadi US$ 2,44 miliar pada 2027 dengan laba bersih diprediksi mencapai US$ 122 juta pada 2017.

