Bitcoin Terjun dari US$ 98.000 ke US$ 92.000 Akibat Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) melemah ke level US$ 92.000 pada Senin (19/1/2026), dipicu aksi profit taking investor ritel setelah sempat melesat mendekati US$ 98.000 pekan lalu.
Hari ini Bitcoin diprediksi akan bergerak di kisaran US$ 92.000 - US$ 94.000, dengan posisi per pukul 16:38 WIB di titik US$ 92.940. Sedangkan Ethereum berpotensi bergerak dalam rentang US$ 3.150 - US$ 3.300.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) terhitung anjlok 2,5% dibuka pada level US$ 92.715 atau sekitar Rp 1,56 miliar. Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,75%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto melemah 2,8% ke level US$ 3,1 triliun.
“Secara teknikal meskipun mengalami penurunan, pergerakan harga BTC saat ini masih berada di area MA-20 (pergerakan rata-rata 20 hari) dan tertahan di level support trendline,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Senin (19/1/2026).
Baca Juga
Cadangan Bitcoin AS Tersendat, Penasihat Trump Beberkan Ini Kendalanya
Selain pergerakan teknikal BTC di area support, pelaku pasar besok (20/1/2026) diyakini akan mencermati potensi putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Trump yang dapat memicu volatilitas makro.
Kegagalan Bitcoin bertahan di level tinggi memicu likuidasi besar senilai US$ 659,58 juta dalam 24 jam terakhir. Mayoritas likuidasi berasal dari posisi long sebesar US$ 583,61 juta yang berdampak pada lebih dari 235 ribu trader.
Dilihat dari Fear & Greed Index, Panji menyebut, sentimen investor kini berada di zona greed dengan skor 61. Ini merupakan pertama kalinya indeks kembali ke zona hijau sejak peristiwa likuidasi besar pada Oktober 2025, setelah berminggu-minggu terjebak di zona fear dan neutral pada skor 48.
Baca Juga
Ketegangan Trump dan Powell Guncang Pasar Global, Bitcoin Justru Menguat
Sementara pada investasi unit penyertaan, pekan lalu ETF Bitcoin Spot mencatatkan kinerja mingguan terkuat sejak awal Oktober 2025 dengan total net inflow sebesar US$ 1,42 miliar. Puncaknya terjadi pada Rabu (14/1/2026) sebesar US$ 844 juta dan Selasa (13/1/2025) US$ 754 juta.
Di sisi lain, bursa derivatif CME Group berencana memperluas eksposur ke altcoin dengan meluncurkan kontrak berjangka (futures) untuk Cardano (ADA), Chainlink (LINK), dan Stellar (XLM) pada 9 Februari mendatang, tergantung persetujuan regulasi di AS.

