BUMN Tekstil Segera Dibentuk, Danantara Siapkan Rp 101 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah berencana membentuk kembali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor industri tekstil. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Untuk membentuk BUMN tekstil tersebut, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengucurkan dana sebesar US$ 6 miliar atau sekita Rp 101 triliun (kurs Rp 16.855 per dolar Amerika Serikat) yang dialirkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$ 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara," ucap Menko Airlangga saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Dalam rapat di Hambalang tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan untuk memperkuat sejumlah industri manufaktur di dalam negeri. Beberapa sektor yang disoroti adalah industri tekstil dan produk tekstil, sepatu, garmen, hingga sektor elektronik.
Baca Juga
API Minta Presiden Prabowo Lobi Trump agar Tarif Ekspor Tekstil ke AS Bisa 0%
Menko Airlangga menyebutkan, pemerintah juga telah membuat sebuah roadmap atau peta jalan untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri dan mencari pasar-pasar baru. Salah satunya adalah perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan bebas.
"Nah terhadap industri ini Bapak Presiden minta defensif posisi kita seperti apa, termasuk untuk mencarikan pasar-pasar yang baru dan salah satu kan dari EU CEPA itu, tapi masih efektif di tahun 2027," ungkapnya.
Dengan berbagai macam kebijakan dan roadmap yang telah disusun, Menko Airlangga pun optimistis akan terjadi peningkatan ekspor yang signifikan pada industri tekstil dan produk tekstil, yakni dari US$ 4 miliar menjadi US$ 40 miliar dalam 10 tahun ke depan.
"Nah oleh karena itu sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita yang dari US$ 4 miliar bisa naik ke US$ 40 miliar dalam 10 tahun dan bagaimana pendalaman dari value chain industri tekstil," terang Menko Airlangga.
Baca Juga
Kemenperin Sentil Industri Tekstil: Minta Proteksi kok Genjot Impor?!

