Mirae Asset Soroti Reksa Dana Saham sebagai Alternatif Investasi di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar saham Indonesia masih berada dalam tren yang konstruktif pada 2026. Meski dinamika makro ekonomi dan volatilitas global masih membayangi, peluang investasi di instrumen berbasis saham dinilai tetap terbuka, khususnya bagi investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang.
Chief Economist & Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menyampaikan bahwa reksa dana saham dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang pasar saham dengan cara yang lebih praktis dan terdiversifikasi.
“Melalui reksa dana saham, investor tetap dapat berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan pasar dan sektor-sektor unggulan dengan pengelolaan profesional, sehingga lebih adaptif terhadap kondisi pasar yang dinamis,” ujar Rully dalam siaran pers, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga
Mirae Asset Sees Indonesia’s Stock Index Climbing to 10,500 in 2026 After Record Start
Sementara itu, dari sisi pasar, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Novani Karina Saputri menilai sektor komoditas, khususnya emas, menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar saham di awal 2026.
“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, emas kembali diminati sebagai aset lindung nilai, sehingga saham-saham berbasis komoditas, termasuk energi dan pertambangan, menjadi kontributor penting bagi penguatan IHSG,” jelas Novani.
Meski reli pasar berlangsung cukup cepat, Novani menilai potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diantisipasi. Namun, koreksi tersebut cenderung bersifat teknikal dan dapat dimaknai sebagai peluang akumulasi, bukan perubahan arah tren. Kondisi ini membuat strategi investasi yang terukur dan berorientasi jangka menengah hingga panjang tetap relevan.
Dalam memilih reksa dana saham, kualitas manajer investasi dan konsistensi strategi menjadi faktor utama. Investor dapat mencermati fund fact sheet untuk melihat kinerja historis dan alokasi sektor, sementara portofolio yang terdiversifikasi dan fleksibel dalam menangkap tema unggulan, seperti komoditas, dinilai lebih adaptif menghadapi dinamika pasar.
Novani menambahkan, beberapa reksa dana saham dengan kinerja menonjol dapat menjadi referensi investor, di antaranya HPAM Ultima Ekuitas 1 dengan imbal hasil sekitar 41,6% per 9 Januari 2026 dan dana kelolaan atau AUM di atas Rp 530 miliar hingga akhir 2025, serta Sucorinvest Maxi Fund yang mencatatkan kenaikan sekitar 71,3%, mencerminkan strategi pengelolaan yang aktif dan responsif terhadap momentum pasar.
Baca Juga
Mirae Asset: IHSG Optimistis Tembus 10.500 di 2026 Usai Cetak Rekor Berkali-kali Awal TahunIni
Sementara itu, Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan menyampaikan bahwa platform reksa dana NAVI dari Mirae Asset hadir untuk memudahkan investor mengakses berbagai pilihan reksa dana dari semua kelas aset.
“Melalui NAVI, di mana RDN investor terintegrasi, investor dapat melakukan transaksi investasi reksa dana dengan sangat mudah dan fleksibel, dengan pilihan produk yang dikelola oleh berbagai manajer investasi ternama di Indonesia,” ujar Francisca.
Platform NAVI dapat diakses melalui situs web maupun aplikasi mobiledi http://masi.id/download-navi sebagai bagian dari perencanaan investasi jangka menengah hingga panjang.

