Targetkan Pendapatan Rp 4,1 T, RMK Energy (RMKE) Bidik Volume Pengangkutan Batu Bara 12 Juta Ton
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id— PT RMK Energy Tbk (RMKE), perusahaan penyedia jasa logistik batu bara di Sumatra Selatan (Sumsel) memproyeksikan pada volume coal services meningkat secara bertahap menjadi lebih 12 juta ton 2026 dari sekitar 8 juta ton pada 2025.
"Kami menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui optimalisasi aset eksisting dan ekspansi layanan coal logistics," kata Direktur Utama RMKE Vincent Saputra, PT RMK Energy Tbk (RMKE) dalam keterangannya, Jumat (9//2026).
Dengan peningkatan kapasitas dan belanja modal yang terukur, RMKE memperkirakan pendapatan mencapai sekitar Rp 4,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 800 miliar pada 2026. RMKE membukukan operating revenue sebesar Rp 546,7 miliar, tumbuh 5,7% hingga kuartal III 2025 secara tahunan (year on year/yoy. Kontribusi pendapatan berasal dari segmen coal sales sebesar 53,5% dan coal services sebesar 46,5%. Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, RMKE berhasil membukukan laba bersih usaha sebesar Rp 138,2 miliar yang 81,2% berasal dari segmen jasa.
Baca Juga
Raup Dana Rp 778,75 Miliar, Pengendali Ini Lepas Jumbo Saham RMKE
Selain itu, kata dia, perseroan menargetkan penambahan 2–3 pelanggan baru pada 2026, termasuk potensi kontrak berskala besar seiring rampungnya jalur hauling yang terhubung dengan tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA), serta pengembangan kontrak eksisting untuk diintegrasikan dengan tambang-tambang lainnya.
Dengan posisi kas di atas Rp 250 miliar dan kinerja yang terus membaik, kata dia RMKE menargetkan pembagian dividen dengan rasio minimum 20%. "Nilai dividen tahun ini kami perkirakan dapat melampaui Rp 40 miliar dan akan jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, sehingga memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Vincent.
Untuk mendukung ekspansi ke depan, RMKE juga berencana melanjutkan penerbitan obligasi pada Februari 2026 dengan target penghimpunan dana sekitar Rp 600 miliar, dengan kupon yang lebih kompetitif dibandingkan penerbitan sebelumnya. "Dengan penerbitan obligasi, RMKE masih dapat menjaga rasio utang atau DER sebesar 0,6 kali dan memenuhi ketentuan kredit yang ada, rasio utang ini masih tergolong sangat kecil dibandingkan perusahaan infrastruktur lainnya," kata dia.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah, RMKE telah menuntaskan pembangunan hauling road baru yang telah terhubung dengan tiga pelanggan baru, yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), Menambang Muara Enim (MME). Ketiga pelanggan baru ini berpotensi meningkatkan tambahan volume baru pada tahun 2026 sebesar 3 juta ton.
Untuk mengimbangi pertumbuhan volume yang signifikan, perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas infrastruktur dengan membangun container yard baru yang menggandakan kapasitas loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun, serta melakukan ekspansi kapasitas pelabuhan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun.
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Mulai Catat Pendapatan dari Fasilitas Hauling Road Baru di Sumatera Selatan
Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) di level Rp 6.775 per saham. Dalam 12 bulan terakhir, harga saham RMKE mencatatkan lonjakan signifikan dari kisaran Rp 486–Rp 500 pada awal tahun lalu hingga sempat menyentuh di level tertinggi Rp 6.800 per saham, atau naik lebih dari 1.000% secara yoy.
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai penguatan kinerja RMKE didukung oleh model bisnis yang semakin terintegrasi dan visibilitas pertumbuhan yang lebih jelas. “RMKE kini tidak hanya bergantung pada penjualan batu bara, tetapi sudah bertransformasi menjadi pemain logistik terintegrasi dengan infrastruktur hauling road dan pelabuhan yang solid. Ini memberikan stabilitas pendapatan sekaligus membuka ruang pertumbuhan berkelanjutan di tengah pengetatan regulasi angkutan batu bara,” ujar Bernadus.

