Raup Dana Rp 778,75 Miliar, Pengendali Ini Lepas Jumbo Saham RMKE
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT RMK Investama mendivestasi sebanyak 20% saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) dengan nilai fantastis Rp 778,75 miliar dua hari transaksi di Bursa Efek Indonesia. Aksi ini menjadikan total saham RMKE yang dikuasainya berkurang dari semula 76,8% menjadi 56,8%.
Manajemen RMKE dalam penjelasan resminya di BEI, Rabu (10/1/2025), menyebutkan bahwa divestasi dilakukan secara bertahap pada 29 September 2025 dan 30 September 2025. Rinciannya, pada 29 September 2025, RMK Investama melepas 459,37 juta saham dengan harga transaksi Rp 890 per saham, sehingga totalnya Rp 408,84 miliar.
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Catat Laba Rp 87,6 M di Tengah Tantangan Pasar Batu Bara, Ini Strategi Bertahannya
Keesokan harinya, RMK Investama kembali menjual sebanyak 415,63 juta saham RMKE pada harga yang sama atau Rp 890 per saham, sehingga nilai Rp 369,91 miliar. Dengan demikian nilai divestasi saham tersebut mencapai Rp 778,75 miliar. Harga divestasi tersebut jauh di bawah harga pasar dalam dua hari tersebut.
Transaksi ini dilakukan dengan tujuan divestasi dan status kepemilikan saham oleh RMK Investama. Dengan penjualan ini, RMK Investama masih menjadi pemegang saham pengendali, meski porsinya menurun dari sebelumnya 76,8% menjadi 56,8%.
Sebelumnya, RMK Energy (RMKE), emiten di sektor batu bara, membukukan laba bersih sebesar Rp 87,6 miliar pada semester I-2025 atau turun 31% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 126,18 miliar. Pelemahan kinerja terutama dipicu penurunan segmen penjualan batu bara. "Meski menghadapi melemahnya harga dan permintaan global, RMKE tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid," kata Presiden Direktur RMKE Vincent Saputra.
Baca Juga
Danantara Intip Peluang Investasi Pangan dan Kesehatan di Eropa
Hingga akhir Juni 2025, perseroan mencatat volume jasa pengangkutan batu bara sebesar 3,7 juta ton, turun 5,2% secara tahunan (year on year/yoy) akibat cuaca ekstrem yang menghambat aktivitas logistik. Namun, RMKE berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Rata-rata waktu bongkar muat kereta tercatat hanya 3 jam 9 menit per rangkaian, jauh di bawah batas waktu yang ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dia menyampaikan, meski pasar batu bara menghadapi tantangan, RMKE tetap fokus pengoptimalan operasi dan diversifikasi pendapatan. "Kemampuan kami mempertahankan rasio keuangan yang kuat, meningkatkan pendapatan jasa, dan efisiensi operasional menunjukkan komitmen kami memberikan nilai kepada para pemangku kepentingan, bahkan dalam kondisi sulit," ujarnya

