RMK Energy (RMKE) Mulai Catat Pendapatan dari Fasilitas Hauling Road Baru di Sumatera Selatan
JAKARTA, investortrust.id – PT RMK Energy Tbk (RMKE) mulai membukukan pendapatan dari fasilitas coal hauling road baru yang terintegrasi dengan stasiun muat di Gunung Megang, Muara Enim, Sumatra Selatan. Infrastruktur strategis ini diharapkan memperkuat lini bisnis jasa logistik batu bara RMKE di tengah penurunan harga dan permintaan batu bara global.
Manajemen menyebutkan, fasilitas baru tersebut telah berkontribusi terhadap pendapatan dan membantu meredam dampak koreksi pada produksi serta harga jual batu bara. “Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan volume jasa meskipun adanya penurunan permintaan dan harga global,” ujar Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra, dalam paparan publik insidentil baru-baru ini.
Baca Juga
Raup Dana Rp 778,75 Miliar, Pengendali Ini Lepas Jumbo Saham RMKE
Hingga Juni 2025, RMKE berhasil memuat 3,7 juta ton batu bara, termasuk tambahan 268 ribu ton dari pelanggan baru yang terhubung dengan coal hauling road tersebut. Adapun segmen penjualan batu bara masih menghadapi tekanan, dengan volume penjualan mencapai 428,6 ribu ton dan harga batu bara yang terkoreksi 6,6% secara tahunan (yoy).
Meskipun pendapatan usaha total menurun 53,5% (yoy) akibat pelemahan segmen penjualan batu bara, pendapatan jasa RMKE tetap tumbuh 3,5% (yoy). Perusahaan juga mencatat laba kotor Rp146,5 miliar, di mana 75,2% di antaranya berasal dari segmen jasa. Laba bersih tercatat Rp87,6 miliar, mencerminkan ketahanan profitabilitas RMKE di tengah kondisi pasar yang menantang.
“Meskipun pasar batu bara menghadapi tantangan signifikan, RMKE tetap fokus pada pengoptimalan operasi dan diversifikasi pendapatan,” lanjut Vincent.
Pertumbuhan ekuitas perseroan mencapai 4,2%, didorong peningkatan margin dan kesehatan keuangan yang terjaga. RMKE juga mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas (DER) di 0,16 kali, dengan penurunan utang keuangan 34,3%, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap stabilitas finansial.
Baca Juga
“Kemampuan kami menjaga rasio keuangan yang kuat, meningkatkan pendapatan jasa, serta efisiensi operasional menjadi bukti komitmen kami dalam memberikan nilai bagi pemangku kepentingan,” tambah Vincent.
Fasilitas coal hauling road baru ini telah terhubung dengan dua tambang, yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU). Ke depan, RMKE berencana menghubungkan infrastruktur tersebut dengan beberapa tambang potensial lainnya di Sumatera Selatan. “Dengan infrastruktur ini, perseroan dapat memberikan layanan logistik batu bara yang seamless dari hulu hingga hilir, dengan muatan batu bara di Pelabuhan Kramasan Musi 2,” ujar Vincent.
Manajemen RMKE optimistis, pengoperasian fasilitas hauling road baru ini akan memperkuat pertumbuhan jangka panjang perusahaan. RMKE juga akan terus fokus mengembangkan segmen jasa dan menjajaki peluang baru untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di sektor batu bara.

