RMK Energy (RMKE) Gandeng KAI, Incar Volume Kapasitas Batu Bara 20 Juta MT
JAKARTA, investortrust.id - Anak usaha PT RMK Energy Tbk (RMKE), PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) melanjutkan kerja sama jangka panjang bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga tahun 2032.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra mengatakan, kerja sama ini guna mendukung RMKE mencapai target jangka panjang yakni 20 juta metrik ton (MT) volume angkutan jasa batu bara ke depannya.
“Pada perjanjian kerja sama ini, TBBE dan KAI sepakat untuk meningkatkan kapasitas loading batubara di stasiun muat Gunung Megang yang sebelumnya sebesar 1 juta MT menjadi 4 juta MT pada tahun 2025,” kata Vincent dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Senin (26/8/2024).
Baca Juga
RMKE Kucurkan Fasilitas Pinjaman Pihak Afiliasi Rp 416 Miliar
Selain meningkatkan kapasitas loading kereta TBBE, para pihak juga menambahkan satu rute baru pengangkutan batu bara. Sehingga, TBBE dapat mengangkut batu bara dari 2 rute yakni Stasiun Gunung Megang menuju Stasiun Simpang dan Stasiun Tanjung Enim Baru (stasiun muat baru) menuju Stasiun Simpang.
“Kedua rute tersebut memiliki jarak masing-masing sepanjang 111 km dan 147 km,” ujar Vincent.
Pengguna jasa angkutan batu bara dengan kereta api ini, nantinya akan dikenakan tarif pengangkutan yang akan dipengaruhi harga bahan bakar dan Indonesia Coal Price Index (ICI).
Peningkatan kapasitas loading dan rute kereta ini, kata Vincent diharapkan akan meningkatkan volume unloading kereta RMKE di Stasiun Simpang dan loading tongkang RMKE di Pelabuhan Keramasan.
Stasiun Simpang merupakan stasiun akhir pembongkaran kereta batu bara yang terintegrasi dengan Pelabuhan Keramasan. Kedua fasilitas logistik batu bara ini merupakan aset milik RMKE.
Baca Juga
Venteny (VTNY) Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 49%, Laba Bersih Malah Anjlok 54%
Kemudian, volume unloading kereta milik RMKE akan meningkat sejalan dengan peningkatan kapasitas loading batu bara yang disediakan KAI pada tambang in house TBBE.
Ke depannya, KAI berpotensi meningkatkan kapasitas maksimum angkutan batu bara menuju stasiun simpang sebesar 26 KA/hari dengan peningkatan sarana dan prasarana di stasiun muat TBBE dan di stasiun muat lainnya yang merupakan pelanggan KAI.
Selain meningkatkan kapasitas loading batu bara pada anak usaha TBBE, RMKE juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa tambang potensial di area Sumatera Selatan salah satunya PTBA dan ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2025 sehingga kapasitas loading TBBE tersebut dapat ditingkatkan utilisasinya.
“Dengan kolaborasi bersama KAI dan beberapa tambang potensial di Sumatera Selatan, kami telah mempersiapkan perencanaan kinerja gemilang yang akan dicapai pada tahun 2025,” kata Vincent.
Grafik Harga Saham RMKE:

