IHSG Berpeluang Menuju 9.450, Sektor Perbankan Jadi Tulang Punggung Sepanjang 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Usai mencetak rekor tertinggi baru atau all time high (ATH) selama tiga hari beruntun dalam kisaran 8.940–8.970, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan cenderung lanjutkan pergerakan positif ke depan.
Analis pasar modal sekaligus Founder Stocknow dan Republik Investor Hendra Wardana memperkirakan IHSG masih dalam tren naik dengan target kuartal I-2026 berada dalam kisaran 9.150–9.250.
Baca Juga
IHSG Bisa Lanjutkan Penguatan Hari Ini , Tiga Saham Dipimpin TOBA Layak Dipantau
“Optimisme ini ditopang ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih akomodatif, stabilitas makroekonomi domestik, serta fundamental emiten besar yang solid,” ujar Hendra kepada investortrust.id, Rabu (7/1/2025).
Hingga akhir semester I-2026, IHSG berpeluang menguat lebih tinggi menuju area 9.300–9.450, seiring rilis kinerja keuangan semesteran dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
“Selama arus dana asing masih mencatatkan net buy dan likuiditas pasar terjaga, IHSG berpeluang melanjutkan reli dan menguji level psikologis 9.000 pada Januari 2026,” tambahnya.
Rotasi sektor yang aktif serta dominasi saham-saham berkapitalisasi besar menjadi bantalan pergerakan indeks di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, volatilitas global, tensi geopolitik, nilai tukar rupiah, dan harga komoditas tetap menjadi faktor risiko.
Baca Juga
Pasar Saham AS Tertekan, Indeks Dow Jones Anjlok Lebih dari 450 Poin
Dari sisi sektor, perbankan diproyeksikan menjadi tulang punggung IHSG sepanjang 2026 berkat bobot kapitalisasi yang besar dan karakter bisnis yang defensif. Saham-saham bank besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI disebut masih menjadi penopang utama indeks.
Selain itu, sektor tambang dan energi kembali mencuri perhatian pasar, tercermin dari tingginya transaksi saham komoditas. Di sisi lain, sektor konsumsi mulai menarik bagi emiten berharga diskon yang berpeluang mencatatkan pemulihan bertahap.
Terkait saham pilihan, Hendra merekomendasikan ANTM direkemoendasikan trading buy dengan target harga Rp 4.200, BUMI trading buy dengan target Rp 500, UNVR speculative buy dengan target Rp 3.250, SRTG trading buy dengan target Rp 2.000, EMTK speculative buy dengan target Rp 1.310, dan KPIG trading buy dengan target Rp 250.

