MIND ID Tegaskan Komitmen Jadi Tulang Punggung Hilirisasi Mineral Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Holding BUMN industri pertambangan MIND ID menegaskan komitmen untuk terus menjadi tulang punggung hilirisasi mineral pertambangan di Indonesia. Apalagi, hilirisasi ini diharapkan menjadi kunci untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Direktur Utama MIND ID Hendi Priyo Santoso pun memaparkan pencapaian hilirisasi yang sudah dilakukan para anggotanya. Dia mengambil contoh PT Timah Tbk (TINS) yang sudah melakukan pemrosesan yang lebih ke hilir, yakni memproduksi tin powder dan tin chemical. Selain itu, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sudah berkolaborasi melakukan integrasi hulu dan hilir.
Baca Juga
Bukan Hanya Mineral, MIND ID Juga Genjot Hilirisasi Batu Bara
"Jadi Antam menyediakan bauksit-nya, terus mereka bersama berkolaborasi membentuk anak usaha yang sudah mendirikan smelter alumina,” kata Hendi dalam acara MINDialogue, Kamis (9/1/2025).
Hendi menerangkan hal ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, aluminium yang diproduksi bisa dihasilkan murni di Indonesia.
“Jadi sebelumnya Inalum sudah puluhan tahun mengimpor bahan baku, tetapi dengan didirikannya smelter alumina di Mempawah, kita sudah berhasil mengintegrasikan hulu dan hilir,” ujar dia.
Selain itu, Antam juga disebut sudah melakukan hilirisasi dengan adanya smelter nikel di Pomala dan di Halmahera Timur, dan akan disusul juga dengan berbagai kegiatan lanjutan, seperti pembangunan smelter RKEF yang baru.
“Yang khususnya nantinya akan didedikasikan dalam rangka hilirisasi menuju electric vehicle battery ecosystem,” jelas Hendi.
Lebih lanjut, Hendi menyampaikan PT Vale Indonesia (INCO) juga sudah melakukan hilirisasi dengan adanya smelter di Sorowako, dan akan disusul dengan pembangunan HPAL smelter di berbagai lokasi.
Baca Juga
Bos MIND ID Ungkap Kecemasan BUMN Tambang di Tengah Hilirisasi
Terakhir, PT Freeport Indonesia (PTF) juga sudah membangun smelter di Gersik yang secara signifikan menjadi smelter terbesar di dunia untuk pembuatan tembaga katoda.
“Juga tidak kalah pentingnya dengan adanya smelter tembaga, maka bisa dimulai juga ada proses metal refinery, yang akhirnya Indonesia bisa membuat produksi emas yang diekstrasi by product daripada pemrosesan smelter tembaga,” ungkap dia.

