Pasar Saham AS Tertekan, Indeks Dow Jones Anjlok Lebih dari 450 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS mayoritas melemah pada Rabu waktu AS atau Kamis (8/1/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mundur dari level rekor.
Indeks S&P 500 turun 0,34% dan ditutup di 6.920,93. Indeks Dow yang beranggotakan 30 saham anjlok 466 poin, atau 0,94%, dan berakhir di 48.996,08. Kedua indeks tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada sesi perdagangan sebelumnya. Namun, Nasdaq Composite justru naik 0,16% dan ditutup di 23.584,27.
Baca Juga
Wall Street Bertabur Rekor, Dow Melesat Hampir 500 Poin dan Tembus 49.000
Sektor keuangan dan energi — dua sektor yang mengawali 2026 dengan kinerja kuat — mencatatkan penurunan sepanjang hari perdagangan, dengan keduanya turun lebih dari 1%. Saham perbankan yang ditutup melemah termasuk JPMorgan, Bank of America, dan Wells Fargo. Sementara itu, Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips menjadi pemberat utama di sektor energi.
Selain tekanan pada saham energi, harga minyak mentah turun setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat. Hal itu memicu kekhawatiran akan meningkatnya pasokan minyak.
“Kurangnya pergerakan signifikan pada harga minyak mentah per barel, menurut pandangan kami, merupakan suara kepercayaan bahwa kita masih jauh dari kondisi pasokan-permintaan yang ketat. Ada risiko kelebihan pasokan yang signifikan,” urai Keith Buchanan, manajer portofolio senior di Globalt Investments, seperti dikutip CNBC.
Risiko Geopolitik dan Pernyataan Trump
Meski harga minyak memperpanjang penurunan dari Selasa, saham justru menguat pada hari perdagangan sebelumnya, ketika investor tampak mengabaikan kekhawatiran terkait serangan AS ke Venezuela pada akhir pekan lalu.
Baca Juga
“Apa yang terjadi di Amerika Selatan tidak mengubah prospek pertumbuhan AS dari sudut pandang pasar saham,” kata Buchanan.
“Saya pikir ada semacam sikap lengah dalam mengapresiasi risiko geopolitik secara keseluruhan yang menurut kami terus meningkat, tetapi kami tidak merasa apa yang terjadi di Venezuela telah menggeser jarum ke atas atau ke bawah,” lanjutnya. Hanya saja, menurut dia, risiko geopolitik yang tegang perlu diantisipasi.
Trump turut berkontribusi terhadap tekanan pasar pada Rabu. Presiden mengatakan bahwa ia “tidak akan mengizinkan” perusahaan-perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham hingga perusahaan-perusahaan tersebut menanggapi keluhannya terhadap industri tersebut. Pernyataan itu menekan saham-saham pertahanan.
Selain itu, Trump mengatakan AS akan melarang investor institusional besar membeli lebih banyak rumah tinggal tunggal, sebuah langkah yang membebani saham-saham private equity, seperti Blackstone dan Apollo Global Management.
Sebaliknya, saham perusahaan pengilangan minyak Valero Energy dan Marathon Petroleum mencetak ‘gain’, masing-masing naik 3% dan lebih dari 1%. Sumber-sumber CNBC mengatakan bahwa penjualan minyak dari Venezuela akan berlanjut tanpa batas waktu dan sanksi akan dikurangi.

