Usai Umumkan Lompatan Laba, Begini Prospek dan Target Saham BSI (BRIS)
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI dipertahankan beli, seiring dengan keberhasilannya mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat semester I-2024.
Pesatnya pertumbuhan kinerja keuangan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRIS dengan target harga Rp 2.700. “Kami mempertahankan beli saham BRIS didukung lompatan kinerja dan masih besarnya potensi pasar keuangan syariah ke depan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas mematok target kenaikan laba bersih BRIS menjadi Rp 6,58 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 5,70 triliun. PPOP perseroan juga diharapkan melesat menjadi Rp 11,56 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 10,21 triliun.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Beberkan Upaya Perlindungan Data Pribadi Pelanggan Agar Tak Disalahgunakan
Rekomendasi saham BRIS juga diberikan Mandiri Sekuritas. Saham BRIS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.050. Target tersebut mempertimbangkan kuatnya peningkatan laba bersamaan dengan kenaikan pembiayaan yang pesat.
Lompatan kinerja keuangan BRIS semester I-2024 juga mempertimbangkan peningkatan produktivitas pendapatan non pembiayaan bersamaan dengan penurunan biaya kredit.
Laporan kinerja keuangan BRIS semester I-2024 mencatatkan kenaikan laba bersih 20,28% secara tahunan menjadi Rp 3,4 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK).
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, perseroan berhasil menjaga kinerja keuangan dan bisnis secara positif di tengah kondisi makro ekonomi yang menantang. Hal ini tercermin dari pertumbuhan di beberapa pos seperti pembiayaan, DPK, termasuk juga rasio dana murah atau current account saving account (CASA).
Baca Juga
“Capaian kinerja tersebut buah dari konsistensi manajemen menerapkan strategi bisnis perusahaan untuk fokus tumbuh sustain pada segmen ritel, konsumer, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan,” katanya, dalam konferensi pers paparan kinerja BSI kuartal II 2024, secara virtual, Senin (2/9/2024).
Hingga semester I tahun ini, dia mengatakan,BSI berhasil menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 257,39 triliun, tumbuh 15,99% secara tahunan. Rasio pembiayaan bermasalah juga terjaga dengan non performing financing (NPF) gross yang turun ke level 1,99%, dari Juni 2023 sebesar 2,31%.
“Pembiayaan ditopang oleh segmen ritel dan konsumer termasuk UMKM yang mencapai Rp 184,61 triliun. Segmen wholesale mengomposisi 28,27% dengan outstanding Rp 72,77 triliun,” katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa segmen ritel, konsumer dan UMKM memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan pembiayaan BSI. Selain itu, BSI berhasil juga berhasil mencatatkan kenaikan DPK sebesar 17,50% secara tahunan menjadi Rp 296,70 triliun.
Grafik Saham BRIS

