Laba BSI (BRIS) Sesuai Harapan, Bagaimana dengan Target Harga Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan laba sebanyak 8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 7,6 triliun. Realisasi tersebut sejalan dengan estimasi analis dan konsensus pasar.
Perolehan laba tersebut setara dengan 100% dari perkiraan BRI Danareksa Sekuritas dan mencapai 99% dari perkiraan consensus analis. Sedangkan pencapaian pendapatan setara dengan 99% dari prediksi BRI Danareksa Sekuritas dan mencapai 97% dari perkiraan konsensus analis.
Baca Juga
BSI Kantongi 3 Izin Dasar Bulion Bank, Siap Luncurkan Simpanan Emas Februari 2026
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, BRIS berhasil mempertahankan kenaikan yield pembiayaan sebanyak 14 basis poin, seiring peningkatan porsi pembiayaan emas dan perubahan pengakuan KPR. Dana pihak ketiga juga tumbuh 16% yoy, sehingga rasio pembiayaan terhadap dana (LDR) turun ke level 82,5%.
Namun demikian net interest margin (NIM) BRIS turun tipis 4 basis poin yoy menjadi 5,4% akibat kenaikan cost of fund (CoF) sebesar 8 basis poin. Beban operasional naik 16% yoy, sehingga cost to income ratio (CIR) meningkat ke 52,6% dan cost of credit (CoC) relatif stabil di 0,8%.
Selain keberhasilan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, BRIS sukses menorehkan laba bersih kuartalan tertinggi sepanjang sejarah mencapai Rp 2,0 triliun di kuartal IV-2026. Angka ini menunjukkan kenaikan 9% secara kuartalan (qoq) dan 5% yoy. “Kinerja kuat ini didukung ekspansi NIM, pertumbuhan pendapatan nonbunga, serta biaya kredit yang tetap terkendali,” tulisnya.
Selain mendorong peningkatan yield, bisnis emas berhasil memperkuat fee-based income BRIS. Sepanjang 2025, fee income dari emas melonjak 90% yoy menjadi Rp 2,4 triliun dengan kontribusi terhadap total fee income naik menjadi 35% dari sebelumnya 23% pada 2024.
Memasuki 2026
Manajemen BSI (BRIS) memproyeksikan tren positif kuartal IV-2025 berlanjut pada 2026 dengan target pertumbuhan pembiayaan 14–16%, NIM di atas 5,5%, dan CoC di bawah 1,0%. Prospek tersebut didukung penurunan CoF dan peningkatan yield dari kontribusi pembiayaan emas.
Baca Juga
Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Tunggu Sinyal Diplomasi AS-Iran
Dengan pencapaian tahun 2025 ditambah dengan estimasi manajemen bank syariah terbesar di Indonesia ini, BRI Danareksa Sekuritas memilih merevisi turun target harga saham BRIS dari Rp 3.200 menjadi Rp 3.100 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi tersebut merefleksikan prediksi NIM yang lebih rendah, seiring penurunan LDR.
Target harga tersebut juga mencerminkan estimasi ROE 2026 sebesar 15,3% dan implied fair value PBV 2,5 kali. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan pendapatan pembiayaan BSI (BRIS) menjadi Rp 21,30 triliun dan laba bersih Rp 8,39 triliun tahun 2026 atau lebih rendah dari proyeksi semula.

