OJK: Investor Pasar Modal Tembus 20,3 Juta SID, Didominasi Ritel 49,9% & Generasi Muda 79%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia meningkat. Total investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 36,67% dibandingkan 2024 menjadi 20,3 juta investor.
“Data per 23 Desember 2025 menunjukkan dominasi investor generasi muda di bawah 40 tahun, sebanyak 79%. Ini tentunya merupakan capaian atas usaha kita semua,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi saat menutup perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025, Selasa (30/12).
Khusus investor saham dan surat berharga lainnya, terdapat peningkatan lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham. Dari sisi partisipasi investor, rata-rata investor yang aktif bertransaksi per 29 Desember 2025 mencapai lebih dari 901 ribu per bulan.
Selain itu, jika dilihat dari tipe investor, porsi transaksi investor ritel masih mendominasi sebesar 49,9%. Dari segi transaksi, investor institusi asing mencetak porsi transaksi lebih dari 36,3% dari total rata-rata nilai transaksi harian hingga November 2025.
Baca Juga
IHSG Melonjak 22,1% Sepanjang 2025, OJK Tegaskan Resiliensi Pasar Modal Indonesia
“Pertumbuhan jumlah investor tersebut didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif,” jelas Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam kesempatan yang sama.
BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI selama periode Januari hingga Desember 2025 telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, secara langsung (offline) dan webinar yang diikuti 2,82 juta peserta.
Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal yang dilaksanakan secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audiens 24,09 juta peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, BEI juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui penyelenggaraan kegiatan edukasi secara daring untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah.

