Merdeka Gold (EMAS) Ungkap Progress Pembangunan Tambang Pani Berikut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengungkap kemajuan signifikan sepanjang kuartal III-2025. Periode ini menjadi tonggak penting bagi perseroan dengan keberhasilan penawaran umum perdana saham (IPO) saham, percepatan pembangunan Tambang Emas Pani, serta peningkatan cadangan bijih emas yang memperkuat posisi EMAS sebagai calon produsen emas terkemuka di Indonesia.
Presiden Direktur EMAS Boyke Poerbaya Abidin menyampaikan pembangunan Tambang Emas Pani terus berjalan sesuai rencana. Produksi emas pertama ditargetkan dimulai pada awal 2026.
Baca Juga
Boy Thohir Kembali Borong Saham Merdeka Gold (EMAS) Lewat TNT, Intip Alasannya
“Pembangunan Tambang Emas Pani terus berjalan dengan aman, efisien, dan sesuai rencana. Dengan dimulainya kegiatan penambangan serta produksi emas pertama pada awal 2026, EMAS berposisi untuk menjadi produsen emas utama berikutnya di Indonesia,” ujar Boyke dalam keterangan resminya, Selasa (11/11/2025).
Menurut Boyke, keberhasilan IPO memberikan fleksibilitas finansial yang lebih kuat bagi perseroan untuk menyelesaikan proyek tersebut sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang. Hingga saat ini, EMAS telah menginvestasikan US$ 208,7 juta dalam pengembangan tambang.
Adapun pembangunan fasilitas heap leach, pabrik Adsorption, Desorption, and Recovery (ADR), dan infrastruktur pendukung mencapai 83%. Proses uji coba (commissioning) juga telah dimulai sejak awal Oktober, dengan dukungan pasokan listrik dari PLN.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Rampungkan Ore Preparation Plant di Tambang Emas Pani
Sejalan dengan nilai keberlanjutan induk perusahaan, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), EMAS menegaskan komitmen terhadap penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Operasi Tambang Emas Pani tercatat mencapai 15,5 juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Injury/LTI), mencerminkan penerapan standar keselamatan tinggi.
Pada tahap berikutnya, pasokan energi untuk operasional tambang akan menggunakan sumber energi terbarukan melalui skema Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. “Kami berkomitmen tidak hanya pada operasi yang efisien dan menguntungkan, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, keselamatan dan kesehatan karyawan, kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat, serta penerapan standar tata kelola perusahaan yang tertinggi,” tegas Boyke.

