Didukung Grup Besar, Prospek dan Target Harga Saham Fast Food (FAST) Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi eksklusif KFC dan Taco Bell di Indonesia, bersiap memasuki fase ekspansi besar sebagai titik balik kinerja perusahaan. Perseroan juga didukung pemegang saham dari grup besar.
FAST ditopang struktur pemegang saham solid, Gelael Group (41,2%) dan Salim Group melalui DNET (37,5%). Perseroan juga kini mendapatkan dorongan baru lewat kolaborasi strategis PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN) di entitas anak Jagonya Ayam Indonesia.
Baca Juga
Fast Food Indonesia (FAST) Kantongi Rp 54,44 Miliar dari Penjualan Saham Anak Usaha
Analis Samuel Sekuritas Kenzie Keane dan Jonathan Guyadi mengatakan, FAST telah mengoperasikan 715 gerai di 36 provinsi dan 173 kota, sehingga mencerminkan penetrasi nasional yang kuat. “Kerja sama baru dengan SFN dipandang sebagai katalis positif untuk mengakselerasi pemulihan laba perusahaan dalam beberapa tahun mendatang,” tulis riset terbaru Samuel Sekuritas.
Prospek saham FAST juga didukung strategi optimasi gerai dan ekspansi jaringan yang lebih agresif, khususnya menuju wilayah yang masih underpenetrated. Sebanyak 70% gerai QSR nasional masih terkonsentrasi di kota tier-1, sehingga FAST berfokus memperluas ke kota sekunder dan wilayah hub.
Baca Juga
Perseroan menargetkan 50–70 gerai baru bersih per tahun dengan tujuan mencapai 1.000 gerai pada 2030. “Jika target terealisasi, FAST berpotensi mencatat pertumbuhan pendapatan CAGR 2026–2030 sebesar 11%, didorong produktivitas gerai yang meningkat dan SSSG stabil sekitar +2%,” tulis riset tersebut.
Di sisi profitabilitas, margin EBIT diperkirakan kembali ke level pra-pandemi sekitar 4% pada 2030, seiring pelonggaran biaya, efisiensi operasional, dan relokasi strategis. Laba bersih diproyeksikan kembali positif pada 2027, dengan CAGR tiga tahun mencapai 41,3%, menembus Rp 302 miliar pada 2030.
Efisiensi Biaya
Samuel Sekuritas mengungkap bahwa FAST mulai masuk ke bisnis perunggasan terintegrasi melalui anak usaha, yang diperkirakan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus mengamankan pasokan broiler internal. Inisiatif ini berpotensi memangkas biaya bahan baku 8–13% dan memperkuat margin jangka panjang.
Baca Juga
Bisnis perunggasan tersebut diproyeksikan mulai berkontribusi pada 2027 terhadap kinerja keuangan. Dengan potensi tambahan pendapatan Rp 853 miliar, serta CAGR tahun 2027–2032 sekitar 5,2%, saham FAST direkomendasikan spec buy dengan target harga Rp 1.000.
“FAST dinilai berada di posisi strategis untuk menikmati momentum pemulihan konsumsi, penetrasi digital delivery, dan peningkatan daya beli rumah tangga,” terangnya.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang FAST masuk dalam daftar MSCI Small Cap Index, apabila kapitalisasi pasar meningkat menjadi sekitar Rp 4,6 triliun atau setara Rp 4.800 per saham.

