Target Harga Saham Raharja Energi (RATU) Rp 20.000, Penopang Akuisisi hingga Ekosistem Barito
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) semakin agresif memperkuat langkah ekspansinya sebagai pemain hulu migas melalui strategi multi-horizon acquisition. Emiten energi ini menargetkan tujuh akuisisi blok migas dalam tiga tahun.
Perseroan juga didukung masuknya jajaran manajemen baru yang memiliki koneksi kuat dengan Barito Group yang bisa menjadi katalis penting bagi RATU. Saham perseroan juga terdorong masuknya RATU ke dalam MSCI Indonesia Small Cap Index pada rebalancing Agustus 2025.
Baca Juga
Rukun Raharja (RAJA) Pertahankan Kenaikan Kinerja, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
Hal ini mendorong Samuel Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy saham RATU dengan target harga Rp 20.000 per saham atau terbuka peluang kenaikan lebih dari 75%. Prospek pertumbuhan kinerja bertahap dinilai kuat seiring realisasi akuisisi blok migas yang sudah masuk pipeline.
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny dan Juan Harahap mengatakan, RATU membidik akuisisi 7 blok migas hingga tiga tahun ke depan. Bahkan, dua aksi korporasi dijadwalkan rampung pada kuartal IV-2025 hingga semester I-2026.
RATU akan memprioritaskan investasi non-operating pada kontrak kerja sama (PSC) berukuran besar. Pada fase ini, RATU berperan sebagai participating interest holder untuk mengamankan kepemilikan strategis tanpa menanggung tanggung jawab operasional.
Baca Juga
Kemudian, terang Samuel, memasuki jangka menengah (3–5 tahun), perusahaan bersiap beralih ke investasi operating pada blok migas berproduksi kecil guna membangun kapabilitas operator. Sedangkan dalam jangka panjang (6–10 tahun), RATU membidik PSC berkapasitas besar di Indonesia, dengan preferensi aset yang menawarkan IRR lebih dari 10% dan struktur pendanaan 80:20 antara utang dan ekuitas.
“Rencana akuisisi RATU memiliki nilai potensial sebesar US$ 10 juta hingga US$ 150 juta per transaksi,” tulis riset Samuel Sekuritas dalam Initial Research RATU hari ini.
Estimasi Kinerja Keuangan RATU
Ekosistem Barito
Selain faktor akuisisi agresif, Samuel Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap masuknya jajaran manajemen baru yang memiliki koneksi kuat dengan Barito Group. Hal ini bisa menjadi katalis penting bagi RATU.
“Sejumlah posisi strategis kini diisi figur yang juga berperan di BREN, Star Energy Geothermal, dan Chandra Daya Investasi (CDIA). Konsistensi dukungan terlihat dari investasi langsung CDIA senilai US$ 9,4 juta atau sekitar 5% kepemilikan di RATU,” tulisnya.
Hubungan silang kepemilikan antara Prajogo Pangestu melalui perusahaan PT Petrosea Tbk (PTRO) dan Happy Hapsoro sebagai pemilik RAJA dan RATU menciptakan keselarasan kepentingan yang diyakini dapat membuka jalan bagi sinergi operasional.
Baca Juga
Rukun Raharja (RAJA) Pertahankan Kenaikan Kinerja, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
“Mengingat saham-saham yang berafiliasi dengan Prajogo Pangestu, seperti BREN, CUAN, PTRO, dan CDIA, secara historis diperdagangkan dengan valuasi premium. Hal serupa diharapkan mendorong pasar untuk menaruh kepercayaan serupa terhadap saham RATU,” tulisnya.
Berbagai faktor tersebut menjadikan saham RATU layak dilirik dengan target harga Rp 20.000. Target harga tersebut juga mendapatkan momentum masuknya RATU ke dalam MSCI Indonesia Small Cap Index pada rebalancing Agustus 2025.
Sejak Agustus hingga November 2025, investor asing tercatat membukukan pembelian bersih Rp 208 miliar. Dengan bobot 0,2% dalam indeks tersebut, RATU berpotensi menarik aliran dana pasif hingga US$ 34 juta atau sekitar Rp 573 miliar.

