Market Cap Raharja Energi (RATU) Dekati Induknya RAJA Usai Sahamya Terbang 415,21%, Sehebat Apa RATU?
JAKARTA, investortrust.id – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tercatat sebagai saham listing perdana yang torehkan penguatan paling pesat sepanjang tahun ini. Bahkan, saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro ini mencatatkan penguatan auto reject atas (ARA) selama ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data, saham RATU telah melesat dari harga listing perdana Rp 1.150 menjadi Rp 5.925 pada penutupan perdagangan sesi I Rabu (22/1/2025). Saham ini telah melesat sebanyak 415,21%. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini melambung dari Rp 3,12 triliun menjadi Rp 16,08 triliun. Angkanya kian mendekati market cap induknya PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) senilai Rp 17,96 triliun dengan harga Rp 4.250 per saham.
Baca Juga
BEI Unsuspend Saham CMNP dan RATU, Masih Lanjutkan Penguatan?
RATU merupakan perusahaan yang secara tidak langsung dikendalikan Happy Hapsoro, suami ketua DPR Puan Maharani. Berdasarkan data registrasi pemegang saham, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bertindak sebagai pengendali 79,996% saham RATU dan sisanya dikuasai public. Adapun Happy Hapsoro adalah pengendali RAJA dengan kepemilikan 28,51%.
Didukung lompatan harga tersebut, saham RATU sudah melewati suspend perdagangan sebanyak dua kali. Hal ini membuat transaski saham RATU dimasukkan pada papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA) hari ini.
RATU merupakan perusahaan holding minyak dan gas (migas) yang dimiliki oleh Happy Hapsoro. Perseroan memiliki hak partisipasi sebesar 2,2423% di Blok Cepu melalui entitas asosiasi dengan kepemilikan 49%, yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). RATU juga memiliki hak partisipasi sebesar 8% di Blok Jabung melalui anak usaha dengan kepemilikan 99%, yaitu PT Raharja Energi Tanjung Jabung (RETJ).
Baca Juga
2025, Emiten Happy Hapsoro (RATU) Bidik Pertumbuhan Kinerja Double Digit
Hingga Semester I-2024, RATU membukukan lompatan pendapatan dari US$ 11,51 juta menjadi US$ 27,95 juta. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 6,14 juta menjadi US$ 7,39 juta. Penyumbang pendapatan berasal dari Blok Cepu (PJUC) sebanyak 42% dan Blok Jabung (RETJ) mencapai 58%.
RATU disebut tengah menjajaki akuisisi blok migas. Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi pada 16 Oktober 2024 mengumumkan bahwa perseroan telah memasuki tahap akhir pembicaraan untuk mengakuisisi sebagian hak partisipasi di blok migas baru.
Grafik Saham RATU

