Rukun Raharja (RAJA) Pertahankan Kenaikan Kinerja, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan emnjadi US$ 196,04 juta hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 189,66 juta.
Manajemen RAJA melalui laporan kinerja keuangan diaudit hingga kuartal III-2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, menyebutkan bahwa kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba usaha dari US$ 37,52 juta menjadi US$ 40,54 juta.
Baca Juga
RAJA Genjot Pertumbuhan Lewat Akuisisi dan Proyek Baru, Target Harga Sahamnya Direvisi Naik
Begitu juga dengan laba periode berjalan meningkat dari US$ 22,13 juta menjadi US$ 24,09 juta. Sebaliknya laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari US$ 19,36 juta menjadi US$ 17,75 juta dipicu atas peningkatan laba kepentingan nonpengendali.
Sebelumnya, Analis Henan Putihray (HP) Sekuritas Irsyady Hanief mengatakan bahwa langkah RAJA memperkuat posisinya sebagai pemain gas terintegrasi melalui ekspansi agresif di segmen hulu, midstream, hingga LNG, menjadikan prospek kinerja keuangan dan saham makin kuat ke depan.
Hal ini mendorong Henan Putihrai Sekuritas merevisi naik target harga saham RAJA menjadi Rp 7.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Dengan harga penutupan Rp 6.500 kemarin, terbuka peluang penguatan lebih dari 21%. Target harga ini mempertimbangkan valuasi pada model DCF 10 tahun, menggunakan WACC 10,82%, pertumbuhan terminal 5%, serta proyeksi enterprise value 2034 senilai US$ 2,1 miliar.
Baca Juga
RAJA Tancap Gas! Ekspansi Hulu–LNG Dongkrak Target Harga Jadi Rp 7.900
Manajemen RAJA telah mengungkap sejumlah inisiatif strategis yang diyakini akan mendongkrak kinerja keuangan dan memperkuat struktur bisnis jangka panjang. Di antaranya, RAJA melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), tengah memproses akuisisi kepemilikan minoritas pada salah satu blok minyak dan gas besar di Indonesia. Hingga kini, RAJA sudah memiliki portofolio upstream melalui participating interest non-operating, yaitu 2,2423% di Blok Cepu dan 8% di Blok Jabung.
“Akuisisi baru ini diharapkan mampu untuk meningkatkan produksi, memperbaiki kinerja keuangan, serta memperkuat stabilitas operasional jangka panjang,” tulis analis HP Sekuritas Irsyady.

