BBKP Masuk Fase Pertumbuhan, Target Harga Saham Bisa Menuju Rp 100
Poin Penting
| ● | Samuel Sekuritas beri spec-buy BBKP, target harga Rp100. |
| ● | CASA tumbuh 39,1% YoY didorong platform digital NGBS & KBstar. |
| ● | Target NIM >3% dan gross NPL <7% pada 2026. |
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) mulai memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan setelah berhasil melewati periode pemulihan kinerja. Dengan dukungan kuat dari KB Financial Group, perseroan kini berfokus pada ekspansi kredit yang disiplin, transformasi digital, serta perbaikan kualitas aset secara menyeluruh.
Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk memberikan speculative buy saham BBKP dengan target harga Rp 100. Target harga tersebut mencerminkan PBV 2,5 kali. Pendorong utama re-rating mencakup peningkatan CASA berbasis digital, penurunan kredit bermasalah, serta penguatan pendapatan inti.
Baca Juga
Begini Rekomendasi dan Target Saham BBCA Usai Umumkan Dividen Interim Rp 55 per Saham
Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi mengatakan, BBKP dalam beberapa kuartal terakhir mencatat peningkatan kuat pada penyaluran kredit wholesale dan ritel berkualitas tinggi. Peluncuran platform digital terbaru, seperti Next Generation Banking System (NGBS) dan aplikasi KBstar, turut mendorong pertumbuhan dana murah (CASA) sebanyak 39,1% YoY pada 9M25.
“Transformasi ini juga memperluas jangkauan BBKP pada segmen konsumer dan UMKM,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
BBKP, terang Samuel Sekuritas, gencar membangun kemitraan strategis dengan sejumlah konglomerasi besar mulai membuka peluang pembiayaan rantai pasok dan pendanaan dealer, memperkuat model bisnis secara berkelanjutan dan skalabel. Dari sisi operasional, inisiatif efisiensi dan penguatan kontrol risiko telah menghasilkan perbaikan margin dan kualitas aset.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan, Tiga Saham Dipimpin DEWA Layak Dilirik
Terkait kinerja, Samuel Sekuritas menyebutkan, manajemen BBKP menargetkan pertumbuhan kredit dua digit pada 2025 didukung segmen korporasi dan UMKM. Sedangkan pada 2026, bank membidik penurunan gross NPL menjadi di bawah 7% dari posisi 10,9% pada September 2025. Sementara itu, rasio CASA diproyeksikan naik di atas 30%, seiring pendalaman ekosistem dan penguatan layanan digital.
“BBKP juga berada di jalur pemulihan margin yang tepat. NIM diperkirakan tembus di atas 3% pada 2026 didukung pergeseran portofolio ke segmen berimbal hasil lebih tinggi, perbaikan pricing berbasis risiko, serta penurunan biaya dana seiring pertumbuhan CASA,” tulisnya.
Dengan ekspektasi makroekonomi yang lebih solid pada 2026, Samuel Sekuritas mengungkap, BBKP diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba bersih hingga 154% YoY.

