Bitcoin Mulai Pulih, Analis Nilai Sinyal 'Bottom' Mulai Terbentuk
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah Bitcoin (BTC) sempat jatuh ke level terendahnya sejak pertengahan April pada Jumat lalu, menyentuh sekitar US$$ 80.000-an.
Capriole Fund founder Charles Edwards mengungkapkan, pelemahan pasar kripto dan saham teknologi dalam dua pekan terakhir terutama dipicu oleh ketidakpastian ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
“Saat pasar kembali stabil, kemungkinan besar hal ini akan membawa Bitcoin bergerak lebih tinggi,” ujarnya, dilansir dari CoinTelegraph, Selasa (24/11/2025).
Sentimen serupa disampaikan analis Swissblock. Menurut mereka, Bitcoin telah mengambil langkah awal menuju pembentukan titik bottom. “Risk off signal turun tajam, yang menunjukkan dua hal: tekanan jual berkurang, dan fase kapitulasi terburuk kemungkinan sudah lewat untuk saat ini,” tulis Swissblock dalam laporannya.
Namun mereka mengingatkan minggu ini menjadi fase penting, karena tekanan jual perlu terus mereda. Dalam pola historis, sering muncul gelombang jual kedua yang lebih lemah dan harga mampu bertahan di level terendah sebelumnya.
“Gelombang kedua itu biasanya menandai kelelahan penjual dan perpindahan kendali kembali ke pihak bullish,” tambah Swissblock.
Pergerakan Bitcoin juga berkaitan erat dengan harapan terhadap kebijakan moneter. Edwards menyebut probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember sempat anjlok ke 30% pekan lalu namun kembali naik menjadi sekitar 70%.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan peluang sebesar 69,3% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 basis poin pada pertemuan 10 Desember mendatang.
Selain peluang pemangkasan suku bunga, pasar juga memantau potensi injeksi likuiditas dari The Fed. Analis pasar Sykodelic menilai bukan hal mengejutkan jika bank sentral mengumumkan kebijakan terkait “manajemen cadangan” pada pertemuan berikutnya, yang pada dasarnya memperluas likuiditas.
Menurutnya, The Fed pada akhirnya perlu kembali menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan. “Kalau Anda bertaruh pada bear market setahun penuh, itu sama saja bertaruh bahwa AS membiarkan dirinya bangkrut,” katanya.
Melirik data CoinMarketCap, Selasa (25/11/2025), harga Bitcoin berada pada level US$ 87.807 pada pukul 9.16 WIB, turun tipis 0,6% dalam 24 jam terakhir.

