Prodia (PRDA) Perkenalkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Deteksi Dini Penyakit Degeneratif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) memperkenalkan mesin pertumbuhan baru bagi kinerja perseroan melalui layanan tes multiomics berbasis teknologi mass spectrometry untuk deteksi dini penyakit degeneratif.
Inovasi tersebut dikukuhkan melalui peresmian Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Mass-Spectrometry Technology. Komisaris Utama sekaligus Founder Prodia Andi Widjaja menegaskan bahwa kehadiran PCMC semakin memperkuat posisi Prodia sebagai pelopor layanan laboratorium klinik di Indonesia.
Menurut Andi, hasil tes multiomics membantu pasien menentukan strategi pengobatan yang personal, sejalan dengan komitmen Prodia menghadirkan pemeriksaan akurat dan sesuai kebutuhan. “Inisiatif ini diharap menjadi sarana deteksi dini penyakit degeneratif yang menjadi kunci pengendalian risiko dan manajemen yang lebih baik. Sekaligus memperluas jenis pemeriksaan lab agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Baca Juga
Prodia (PRDA) Perluas Layanan Diagnostik ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste
Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengungkapkan bahwa investasi untuk PCMC tidak besar, yakni kurang dari 10% dari total belanja modal sekitar Rp 200 miliar. Sejak 2011, Prodia memasang satu mesin tes multiomics berbasis mass spectrometry setiap tahun. Setelah IPO, jumlahnya meningkat menjadi 2–3 mesin per tahun. Investasi dua alat setara modal pembangunan satu cabang kecil Prodia dan dapat balik modal dalam 2–3 tahun.
Dewi meyakini PCMC akan menjadi motor penggerak kinerja Prodia ke depan. “Ini akan menjadi lab andalan dari seluruh health care provider, termasuk rumah sakit. Harapannya volumenya meningkat dan support ke revenue,” jelasnya.
Tes multiomics berbasis mass spectrometry telah dikembangkan Prodia selama 14 tahun. Saat ini, perusahaan mampu memeriksa lebih dari 140 biomarker kesehatan, mencakup asam amino, asam lemak, vitamin, hormon, mineral, dan logam berat. Pendekatan multiomics mengintegrasikan berbagai clinical omics untuk memberikan gambaran menyeluruh kondisi tubuh.
PCMC dilengkapi teknologi mass spectrometry dan kromatografi yang mampu menganalisis ribuan metabolit dengan akurasi tinggi. Pemeriksaan ini memberi pemahaman mendalam terkait proses metabolisme tubuh dan respons terhadap gangguan.
Praktisi kedokteran Noroyono Wibowo menjelaskan bahwa teknologi mass spectrometry dapat mengidentifikasi kebutuhan tubuh mulai dari pra zat aktif hingga tahapan metabolisme. Dengan cellular dissection, pemeriksaan dilakukan hingga tingkat dinding sel, sitoplasma, dan organel untuk menilai kondisi serta kecukupan nutrisi.
Baca Juga
Pendapatan & Laba Prodia (PRDA) Tergerus di Kuartal III, Sebaliknya Segmen Ini Tetap Kokoh
“Pendekatan ini diharapkan mampu menentukan parameter cellular wellness dan cellular stemness pada tiap organ, serta mengkorelasikannya dengan kadar di perifer,” jelas Bowo.
Dewi menambahkan bahwa Prodia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan mass spectrometry, baik untuk layanan diagnostik maupun riset ilmiah yang telah dipublikasikan di forum nasional dan internasional.
Prodia juga terdaftar dalam program Newborn Screening dari CDC dan telah memenuhi standar mutu internasional melalui akreditasi College of American Pathologist (CAP). “Kami berkomitmen menghadirkan standar layanan kelas dunia yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia,” tandas Dewi.

