Prodia Widyahusada (PRDA) Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 4% Pada 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencetak pertumbuhan laba bersih 4% (yoy) pada 2024 menjadi Rp 270,19 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 259,87 miliar.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan , pendapatan perseroan 1,3% (yoy) menjadi Rp 2,25 triliun tahun lalu. Manajemen mengungkapkan, pencapaian tersebut menunjukkan resiliensi perusahaan sebagai pemegang pangsa pasar laboratorium diagnostik terbesar di Indonesia.
Direktur Keuangan Prodia Liana Kuswandi mengatakan, kinerja keuangan perseroan saat ini dalam posisi yang baik. “Kami bersyukur bahwa Prodia berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif, dengan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan komitmen kami dalam mengelola operasional secara efisien dan mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan,” ungkapnya, dikutip pada Senin (17/3/2025).
Baca Juga
Perkenalkan Bisnis Diet Sehat, Prodia (PRDA) Bidik Sumber Pendapatan Baru
PRDA mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari segmen pelanggan B2C, dengan kontribusi pendapatan sebesar 58% dari total pendapatan. Selain itu, Prodia mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari permintaan tes rutin sebesar Rp 1,57 triliun yang turut menyumbang 69% total pendapatan perseroan.
Adapun posisi kas dan setara kas perusahaan laboratorium itu masih positif di level Rp 442 miliar, sehingga manajemen mampu menunjukkan kesehatan keuangan yang kuat dalam mendukung operasional bisnis.
“Ke depan, kami akan terus fokus pada strategi bisnis yang telah disiapkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini. Dengan pendekatan yang disiplin dan adaptif, kami optimistis dapat menjaga keuangan perusahaan yang sehat dalam jangka panjang,” sambung Liana.
Baca Juga
Usai Rilis Kinerja hingga Februari, Dua Sekuritas Ini Patok Target Tinggi Saham BCA (BBCA)
Hingga akhir 2024, Prodia memperluas jangkauan layanan dengan total 354 outlet yang tersebar di 80 kota pada 34 provinsi Indonesia. Selain ekspansi jaringan, perseroan terus mengalokasikan belanja modal untuk mendukung pertumbuhan bisnis, termasuk ekspansi outlet, rehabilitasi dan renovasi bangunan, keperluan relokasi, serta pengembangan operasional IT pada operasional perseroan.
Prodia dalam memperkuat perannya sebagai Center of Excellence laboratorium diagnostik, juga melakukan berbagai edukasi kesehatan, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan badan riset, serta distribusi informasi melalui kanal digital.
Selain itu, perusahaan juga melakukan ekspansi digital yang didorong melalui pengembangan aplikasi U by Prodia. Aplikasi ini menyediakan fitur pemesanan pemeriksaan laboratorium, Health Plan, dan Chronic Disease Management, guna memberikan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

