Masuk MSCI hingga Ekspansi Besar Dimulai, Saham BRMS Direvisi Naik ke Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investrortrust.id - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memasuki fase rerating didukung lima katalis kuat, seperti masuk dalam perhitungan MSCI Global Standard Index dan VanEck GDX ETF serta temuan sumber daya baru. Hal ini menjadikan saham BRMS layak dicermati dengan rekomendasi beli.
KB Valury Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan lalu mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.200. Dengan target harga tersebut terbuka peluang penguatan saham ini lebih dari 26%. Target tersebut juga mempertimbangkan lompatan laba bersih BRMS tahun 2025 hingga 2026.
Baca Juga
Kinerja BRMS Diprediksi Melejit hingga 2027, Target Harga Saham Bisa Menuju Level Ini
Analis KB Valbury Sekuritas Laurencia Hiemas mengatakan, ada lima katalis utama pendongkrak harga saham BRMS ke depan. Pertama, saham BRMS resmi masuk dalam perhitungan MSCI Global Standard Index untuk kapitalisasi pasar mulai 25 November. Saham BRMS juga masuk dalam VanExk GDX ETF. “Katalis ini akan meningkatkan visibilitas global dan peluang arus dana pasif masuk saham BRMS,” tulisnya dalam riset tersebut.
Katalis kedua, yaitu BRMS telah meraih pendanaan proyek bawah tanah Palu. Berdasarkan data perseroan bahwa sebanyak 60% dari kebutuhan belanja modal US$ 500 juta akan dibiayai melalui utang. Produksi bawah tanah ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2027 dengan kadar emas lebih dari 4 g/t.
Estimasi Kinerja Keuangan BRMS
Sumber: KB Valbury Sekuritas
Katalis ketiga, BRMS didukung ekspansi Carbon-in-Leach (CIL) melalui anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM). Kapasitas pabrik CIL CPM akan ditingkatkan menjadi 2.000 tpd dan mulai berkontribusi pada awal 2027.
Katalis keempat, Eksplorasi Gorontalo dengan mulai dilakukannya pemboran menuju pengumuman sumber daya tembaga (JORC) pada 2027. Serta katalis kelimar, perseroan juga tengah melanjutkan eksplorasi di sejumlah tambang emas dan perak PT Suma Heksa Sinergi (SHS), PT Linge Mineral Resources (LMR), dan aset lainnya yang bisa memperkuat profil pertumbuhan multi-asset BRMS.
Prospek kinerja BRMS juga didukung revisi naik target harga emas dunia menjadi US$ 3.300–4.500/oz, sehingga mendorong kenaikan estimasi laba bersih BRMS sebanyak 119,3% menjadi US$ 56 juta tahun ini.
Baca Juga
Penjualan Diprediksi Pulih, Saham Mayora (MYOR) Direvisi Naik
Terkait kinerja keuangan, KB Valbury menyebutkan, BRMS berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebanyak 9% menjadi US$ 63 juta dan laba bersih melonjak 75,5% menjadi US$ 15 juta pada kuartal III tahun ini. Kenaikan ditopang penguatan harga jual emas (ASP) ke level US$ 3.468/oz serta pengendalian biaya yang solid. Alhasill aba bersih BRMS hingga September 2025 menembus US$ 38 juta atau naik 142% yoy. Angka tersebut telah melampaui proyeksi awal.
KB Valbury menargetkan kenaikan laba bersih BRMS menjadi US$ 53 juta tahun ini dan diharapkan melambung menjadi US$ 123 juta pada 2026. Adapun pendapatan diprediksi menembus us4 248 juta pada 2025 dan kembali melesat menjadi US$ 377 juta pada 2026.

