Penjualan Diprediksi Pulih, Saham Mayora (MYOR) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) diproyeksikan cetak penguatan kinerja keuangan pesat memasuki kuartal IV-2025, ditopang konsumsi domestik serta pemulihan ekspor. Manajemen juga memperkirakan margin akan membaik secara kuartalan, seiring penyesuaian harga dan peningkatan volume.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham MYOR dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.700 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut menggunakan valuasi PE tahun 2026 sebanyak 18,5 kali sejalan dengan rata-rata tiga tahun terakhir. Saat ini, saham MYOR diperdagangkan pada level PE tahun 2026 sebanyak 14,6 kali.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound, Tiga Saham Dipimpin EMTK Layak Dilirik
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim mengatakan, manajemen MYOR memproyeksikan kinerja kuartal IV-2025 akan lebih kuat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini didukung program bantuan tunai pemerintah yang mendorong konsumsi mass market serta dampak penuh dari kenaikan harga kopi.
Penjualan Oktober 2025 mencatat momentum positif dengan pertumbuhan dua digit untuk pasar domestik, sementara ekspor melonjak lebih dari 50% secara bulanan di pasar utama, seperti Filipina, China, dan Vietnam. Namun, capaian hingga September 2025 masih lemah membuat perseroan menurunkan target pertumbuhan pendapatan FY25 menjadi 6–8% dari sebelumnya 10%, dengan proyeksi margin kotor berada di kisaran 22–24%.
Estimasi Kinerja Keuangan MYOR
Terkait kuartal III-2025, MYOR mencatat penurunan pendapatan tipis sebesar 0,6% yoy. Pertumbuhan berasal dari volume domestik yang naik sekitar 2–3%, berbanding terbalik dengan ekspor yang melemah akibat basis tinggi tahun lalu dan penundaan distribusi karena regramming. “Penyesuaian harga juga terbatas pada kuartal tersebut, kecuali pada produk cokelat, sementara kenaikan harga kopi baru terjadi pada Oktober dan mulai berdampak bulan ini,” tulis riset tersebut.
Sejalan dengan revisi manajemen, pendapatan perseroan tahun 2025 dan 2026 dipangkas masing-masing sebesar -2,8% dan -3,6%. Untuk tahun ini, asumsi pertumbuhan volume dan ASP kini dipatok masing-masing 1,3% dan 5,5%, dengan margin kotor konservatif 22,1%.
Baca Juga
Laba Mayora (MYOR) Tergerus Jadi Rp 1,88 Triliun hingga Kuartal III-2025
MYOR juga berencana meningkatkan belanja iklan dan promosi pada kuartal IV-2025 guna mendukung peluncuran produk baru. Dengan demikian, estimasi laba inti tahun ini diprediksi mencapai Rp 2,73 triliun atau turun 5,4% yoy, sebelum pulih kuat pada 2026 dengan proyeksi pertumbuhan 19,4%.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Skeuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR. Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan kinerja MYOR akan tetap solid berkat inovasi produk dan strategi mitigasi volatilitas harga bahan baku.

