Saat Harga Naik, CIC Melepas Saham BUMI Raup Rp 646 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Chengdong Investment Corporatio (CIC) melepas sebanyak 1% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan raihan dana lebih dari Rp 646 miliar. Penjualan dengan tujuan divestasi ini menjadikan total saham BUMI yang digenggam CIC berkurang dari semula 8,99% menjadi 7,99% saham.
Manajemen BUMI dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/11/2025) menyebutkan bahwa CIC melepas sebanyak 3,66 miliar saham BUMI dengan harga pelaksanaan Rp 173,45 per saham dengan raihan dana Rp 635,26 miliar. CIC juga melepas sebanyak 50,86 juta sahaam BUMI dengan harga Rp 213,72, sehingga total dana yang diraup Rp 10,86 miliar.
Penjualan sebanyak 1% saham BUMI tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak 14 Oktober 2025. Pelepasan dilakukan CIC melalui sejumlah anak usahanya, yaitu Chengdong Investment Corporation (Chengdong), Best Investment Corporation, dan Flourish Investment Corporation.
Baca Juga
BUMI dan BRMS Bawa Reli Saham Grup Bakrie hingga Peluang Revaluasi Harga
Sementara itu, Samuel Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan lalu mengungkap bahwa langkah agresif Bumi Resources (BUMI) mendiversifikasi bisnis ke tambang emas dan tembaga melalui akuisisi 100% Wolfram Ltd bersamaan dengan perbaikan kinerja keuangan pada kuartal III-2025 menjadikan saham ini layak dipilih. BUMI direkomendasikan beli dengan target peluang penguatan lebih dari 52%.
Analis Samuel Sekuritas Fadhalan Banny dan Juan Harahap mengatakan, BUMI telah mengumumkan akuisisi 100% saham Wolfram Limited, perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, bulan ini. Wolfram memiliki dua aset utama, yaitu Crush Creek dengan cadangan 191 ribu ons dan sumber daya 470 ribu ons (2,3 g/t), serta Mount Carlton dengan cadangan 129 ribu ons dan sumber daya 197 ribu ons (1,4 g/t). Nilai transaksi setara dengan valuasi EV/reserve sebesar US$ 133 per ons, atau diskon 64% dibanding rata-rata global.
Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa BUMI menilai akuisisi ini akan memperkuat stabilitas pendapatan jangka panjang serta memperluas portofolio di luar batu bara. Perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar US$ 5,8 juta untuk peningkatan aset tambang Wolfram dengan target produksi komersial dimulai pada Juni 2026 menggunakan fasilitas flotation plant.
Baca Juga
Diversifikasi ke Tambang Emas, Saham Bumi Resources (BUMI) Direvisi Naik ke Rp 300
Selanjutnya, BUMI berencana membangun fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) dengan investasi sekitar US$ 45,5 juta untuk meningkatkan produksi emas pada 2029. Dengan asumsi volume penjualan mencapai 40 ribu ons pada 2027, segmen emas diperkirakan dapat menambah pendapatan sekitar US$ 221 juta, setara peningkatan 13,6% dari proyeksi sebelumnya.
Peningkatan kinerja kuartalan ditambah diversifikasi bisnis tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BUMI dengan target harga Rp 300 per saham. Target tersebut memperhitungkan kontribusi tambahan dari aset emas Wolfram serta potensi revaluasi seiring transformasi BUMI menjadi perusahaan tambang logam terdiversifikasi.

