Bagikan

IHSG Kian Dekat 8.500, Sektor Perbankan & Asing Jadi Mesin Pendorong Reli Akhir Tahun

Poin Penting

Net buy asing sepekan capai Rp 2,19 triliun.
Big banks jadi motor utama reli IHSG.
SCMA dan ADRO perkuat momentum window dressing.  

JAKARTA, investrortrust.id -  Peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level 8.500 pada akhir tahun semakin terbuka seiring menguatnya sinyal window dressing yang mulai terasa menjelang Desember.

Dengan IHSG berada di 8.419 dan aliran dana asing mencatat net buy Rp 2,19 triliun dalam sepekan, pasar memasuki fase historis yang identik dengan reli musiman.

Baca Juga

Pemerintah Telah Tarik Utang Sebesar Rp 570,1 Triliun Hingga Akhir Oktober 2025

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kombinasi stabilitas makro, rotasi sektor, serta agresivitas investor asing menjadi pendorong utama momentum penguatan indeks. “Pertumbuhan kredit mencapai Rp 8.060 triliun atau 7,7% secara tahunan, sehingga pendapatan bunga kuartal IV berpeluang membaik,” ujar Hendra kepada investortrust.id, Kamis (20/11/2025).

Ia menegaskan bahwa sektor perbankan masih menjadi magnet dana asing, terutama karena valuasi menarik dan kebijakan BI mempertahankan suku bunga di 4,75%.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana ()
Source:

Minat asing terhadap saham perbankan besar juga terlihat dari rekomendasi analis, yaitu BBCA speculative buy, target Rp 8.750–8.975, BBRI target Rp 4.170–4.270, BMRI target Rp 4.980–5.300, dan BBNI buy on weakness, target Rp 4.530–4.700.

“Jika arus dana asing terus berlanjut, saham-saham ini berpotensi menjadi penggerak IHSG menuju zona psikologis 8.500,” lanjutnya.

Baca Juga

Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Ekspansi Demi Kejar Target Pendapatan Rp 6 Triliun  

Sektor konsumsi dan media juga memberi dorongan, dengan SCMA mendapat katalis dari musim puncak belanja iklan akhir tahun, terutama dari FMCG dan e-commerce. Sementara itu, sektor energi tetap solid dengan ADRO dinilai layak masuk radar window dressing berkat ekspansi energi baru terbarukan dan stabilitas harga energi, dengan rekomendasi buy dan target Rp 2.100.

Sejumlah indikator teknikal memperkuat potensi reli lonjakan net buy asing harian, meningkatnya volume pada saham berkapitalisasi besar, serta rupiah stabil di level Rp 16.700 yang memberi kenyamanan bagi investor global.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024