Net Buy Jumbo Rp 1,67 Triliun, Investor Asing Borong BOGA hingga TLKM
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1,67 triliun, seiring dengan kenaikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/11/2025), sebanyak 44,65 poin (0,53%) menjadi 8.406. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan bursa Asia yang melemah.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) Rp 583,51 miliar yang dilakukan di pasar negosiasi. Net buy saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 285,73 miliar, PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) Rp 254,46 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 162,26 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 106,56 miliar.
Baca Juga
Tahun Kedua Kemitraan, Logisticsplus (LOPI) dan CRRC Fokus Modernisasi Kereta Angkutan Batubara
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 87,49 miliar, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 38,20 miliar, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) Rp 34,60 miliar, PT MD Entertaintment Tbk (FILM) Rp 33,37 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 32,31 miliar.
Penguatan ini didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi menguat 1,54%, sektor konsumer non primer naik 1,09%, sektor keuangan 0,80%, sektor industri 0,57%, dan sektor infrastruktur 1,04%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, properti, dan transportasi.
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TIFA naik 25% menjadi rp 515, BUKK menguat 24,75% menjadi Rp 1.235, FMII menguat 24,71% menjadi Rp 434, SGRO naik 19,92% menjadi Rp 7.225, dan LIFE naik 19,82% menjadi Rp 9.975. Meski tak ARA, saham JAST naik 18,28% menjadi Rp 110 dan TRUK menguat 18% menjadi Rp 590.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 54,59 poin (0,65%) menjadi 8.361,93 dengan investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 281,30 miliar. Net buy terbanyak disumbangkan saham IMPC senilai Rp 281,30 miliar, BBRI Rp 256,63 miliar, dan BBNI Rp 117,50 miliar.
Baca Juga
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi 2,22%, sektor material dasar 1,32%, sektor industri 1,12%, sektor konsumer primer 1,62%, sektor infrastruktur 0,36%, dan sektor keuangan 0,21%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor properti 2,40%.
Saat IHSG anjlok, sejumlah saham ini menguat auto reject atas (ARA), yaitu PEGE naik 34,68% menjadi Rp 167, ESTA naik 25% menjadi Rp 270, OILS naik 24,56% menjadi Rp 274, dan CBPE menguat 24,48% menjadi Rp 356. Meski tak ARA saham JATI menguat 29,41% menjadi Rp 154, CSIS menguat 20,81% menjadi Rp 505, dan NTBK naik 20,16% menjadi Rp 155.

