Net Buy Jumbo Hari Ini Rp 1,14 Triliun, Investor Asing Borong Saham BBRI dan BMRI
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo Rp 1,14 triliun di seluruh pasar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/2/2026), sebanyak 124,31 poin (1,50%) menjadi 8.396,08.
Net buy terbanya disumbangkan saham BBRI senilai Rp 393,52 miliar, BMRI mencapai Rp 330,61 miliar, SUPA sebanyak Rp 139,58 miliar, ANTM mencapai Rp 133,58 miliar dan BIPI mencapai Rp 113,35 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham BBCA Rp 124,08 miliar, IMPC senilai Rp 119,74 miliar, BUMI mencapai Rp 114,81 miliar, CUAN senilai Rp 60,10 miliar, dan EXCL mencapai Rp 52,89 miliar.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 3,31%, sektor energi sektor industry naik 1,73%, sektor keuangan 1,67%, sektor consumer primer 1,52%, sektor transportasi 3,09%, sektor infrastruktur 1,07%, dan sektor consumer non primer 1,02%.
Lompatan IHSG ini didukung kenaikan sejumlah saham big cap, seperti saham EMAS meleseat 6,33% menjadi Rp 8.400, TPIA naik 6,32% menjadi Rp 7.150, BMRI menguat 2,93% menjadi Rp 5.275, BBRI naik 1,56% menjadi Rp 3.900, dan RATU menguat 4,32% menjadi Rp 7.850.
Baca Juga
Melunak, Bos Agrinas Bakal Patuhi Pemerintah Tunda Impor 105.000 Pikap dari India
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu tiga saham catatkan auto reject atas (ARA), seperti saham DIVA naik 34,72% menjadi Rp 194, MEGA naik 24,77% menjadi Rp 4.130, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 24,55% menjadi Rp 1.065. Meski tak ARA, saham YELO meleseat 27% menjadi Rp 127, PADI naik 22,96% menjadi Rp 166, dan BIPI naik 20,18% menjadi Rp 166.
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup menguat 52 poin (0,35%) menjadi 8.271. Rentang pergerakan 8.227-8.376 dengan rata-rata nilai transaksi Rp 23,89 triliun. Kenaikan indeks hanya terjadi dalam satu hari dari tiga hari transaksi bursa efek sepanjang pekan ini. Penguatan tersebut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar (market cap) BEI dari Rp 14.889 triliun menjadi Rp 14.941 triliun.

