Siapkan Dana Rp 1,66 Triliun, Darma Henwa (DEWA) Buyback Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berencana menggelar pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perseroan atau buyback dengan anggaran Rp 1,66 triliun. Buyback dalam kondisi pasar berfluktuasi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan atau beraekhir pada 19 Februari 2026.
Manajemen DEWA melalui penjelasan resminya di BEI kemarin menyebutkan bahwa dana Rp 1,66 triliun disiapkan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham tersebut. Total saham yang akan dibeli kembali maksimal sebanyak 10%. “Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap pendapatan dan kinerja keuangan perseroan,” tulis manajemen DEWA melalui pengumuman resminya.
Baca Juga
Target Harga Darma Henwa (DEWA) Direvisi Naik Refleksikan Perbaikan Prospek Kinerja
Perseroan, terang manajemen, jika seluruh dana yang dialokasikan untuk buyback saham terpakai, jumlah aset dan ekuitas perseroan akan berkurang. Buyback ini juga akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor, karena harga saham DEWA mencerminkan kondisi fundamental sebenarnya.
Sebelumnya, Mandiri Sekuritas dalam risetnya menyebutkan Darma Henwa (DEWA) membidik kenaikan volume kontrak pekerjaan pada 2026. Total volume kontrak ditargetkan mencapai 250 juta bank cubic meter (bcm), lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Sepanjang kuartal III-2025, kegiatan operasional DEWA di area tambang KPC dan Arutmin terpengaruh oleh curah hujan tinggi yang berdampak pada ritme produksi. Meski demikian, manajemen menyatakan keyakinannya bahwa peningkatan volume kontrak akan terealisasi dalam beberapa tahun mendatang.
“Target kontrak 250 juta bcm pada 2026 tersebut lebih tinggi dari perkiraan analis yang sebelumnya memperkirakan volume sekitar 154 juta bcm,” tulis analis Mandiri Sekuritas Vanessa Taslim dan Ariyanto Kurniawan dalam komenter pasarnya di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Darma Henwa (DEWA) Bidik Kenaikan Volume Kontrak pada 2026, Sahamnya bisa Menuju Level Ini
Selain kinerja operasional, DEWA juga menargetkan penyelesaian proses reklasifikasi ekuitas dan penurunan nilai aset (asset impairment) pada kuartal IV-2025. Perseroan menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan struktur keuangan guna meningkatkan kualitas laporan keuangan dan fundamental perusahaan.
Bersamaan dengan itu, perseroan juga menantikan rilis hasil awal pengeboran (preliminary drilling results) dari GMR pada periode yang sama. Hasil tersebut dinilai akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah strategi bisnis dan operasional DEWA ke depan.
Dengan proyeksi peningkatan volume kontrak dan restrukturisasi yang tengah berjalan, perseroan mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek pertumbuhan kinerja di tahun mendatang. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 475.

