Darma Henwa (DEWA) Bidik Kenaikan Volume Kontrak pada 2026, Sahamnya bisa Menuju Level Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membidik kenaikan volume kontrak pekerjaan pada 2026. Perseroan menyampaikan hasil pemaparan kinerja (analyst meeting) terbaru, total volume kontrak ditargetkan mencapai 250 juta bank cubic meter (bcm), lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Mandiri Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa sepanjang kuartal III-2025, kegiatan operasional DEWA di area tambang KPC dan Arutmin terpengaruh oleh curah hujan tinggi yang berdampak pada ritme produksi. Meski demikian, manajemen menyatakan keyakinannya bahwa peningkatan volume kontrak akan terealisasi dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga
Target Harga Darma Henwa (DEWA) Direvisi Naik Refleksikan Perbaikan Prospek Kinerja
“Target kontrak 250 juta bcm pada 2026 tersebut lebih tinggi dari perkiraan analis yang sebelumnya memperkirakan volume sekitar 154 juta bcm,” tulis analis Mandiri Sekuritas Vanessa Taslim dan Ariyanto Kurniawan dalam komenter pasarnya di Jakarta, belum lama ini.
Selain kinerja operasional, DEWA juga menargetkan penyelesaian proses reklasifikasi ekuitas dan penurunan nilai aset (asset impairment) pada kuartal IV-2025. Perseroan menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan struktur keuangan guna meningkatkan kualitas laporan keuangan dan fundamental perusahaan.
Bersamaan dengan itu, perseroan juga menantikan rilis hasil awal pengeboran (preliminary drilling results) dari GMR pada periode yang sama. Hasil tersebut dinilai akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah strategi bisnis dan operasional DEWA ke depan.
Baca Juga
Kredit Tetap Tumbuh Kuat, Laba KBMI 4 Tertekan Namun Prospek Saham Masih Positif
Dengan proyeksi peningkatan volume kontrak dan restrukturisasi yang tengah berjalan, perseroan mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek pertumbuhan kinerja di tahun mendatang. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 475.
Sebelumnya, PT Antareja Mahada Makmur melepas sebanyak 954,82 juta atau 2,35% saham DEWA dengan harga pelaksanaan Rp 75 per saham. Penjualan tersebut menjadikan total saham DEWA yang dikuasai Antareja turun dari semula 9,72% menjadi 7,37%.

