Begini Target Baru Saham Darma Henwa (DEWA) di Tengah Potensi Berlanjutnya Lonjakan Laba
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan kinerja yang lebih agresif, seiring transformasi operasional yang mulai membuahkan hasil. Transformasi ini diharapkan membuat laju pertumbuhan laba kuartal II tahun ini lebih pesat lagi, dibandingkan peningkatan laba bersih kuartal I-2025 sebesar 763% menjadi Rp 68,8 miliar.
Sucor Sekuritas memperkirakan kenaikan laba DEWA mencapai 2.093% menjadi Rp 137,8 miliar pada kuartal II-2025. Dengan asumsi produksi mencapai 60 juta bcm dan harga jasa US$ 2,5 per bcm serta margin operasi 16%. Hal ini menegaskan keunggulan model bisnis DEWA yang kini lebih terintegrasi secara vertikal.
Baca Juga
CAGR Laba Diprediksi 54% hingga 2027, Saham Darma Henwa (DEWA) Dihargai Segini
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 350. Penopang utama target harga inii adalah keberhasilan DEWA bertransformasi dari model subkontraktor menjadi kontraktor tambang terintegrasi, serta potensi margin operasi yang meningkat menjadi 20% di 2027.
Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan, manajemen DEWA menunjukkan komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan dengan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 942 miliar untuk pembelian alat berat XCMG guna meningkatkan kapasitas in-house menjadi 90 juta bcm hingga akhir 2025. Sebagian alat telah tiba di site Lubuk Tutung dan siap beroperasi penuh di kuartal IV tahun ini. Ekspansi ini memperkuat transisi DEWA dari model subkontraktor ke kontraktor pertambangan terintegrasi penuh, yang diharapkan mendorong margin dan profitabilitas lebih tinggi hingga 2026 ke depan.
Selain pertumbuhan organik ekspansi alat berat, dia mengatakan, DEWA dinilai berpeluang memperoleh kontrak baru dari Ithaca Resources. Jika terealisasi, kontrak baru ini berpotensi menambah volume pekerjaan hingga 50–100 juta bcm. Kontrak ini bisa meningkatkan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 30% dan 47%.
“Kedekatan geografis antara site Ithaca dan operasi DEWA di KPC (Sangatta, Kutai Timur) membuat proyek ini strategis secara logistik dan operasional. Jika kontrak diumumkan resmi, hal ini akan menjadi katalis positif tambahan untuk pergerakan harga saham DEWA,” terangnya dalam riset tersebut.
Baca Juga
Darma Henwa (DEWA) Mengejar Ketertinggalan dari PTRO, Begini Potensi Sahamnya
Dengan keberhasilan bertransformasi tersebut, Sucor Sekuritas memperkirakan prospek pertumbuhan kinerja keuangan dan saham DEWA sangat atraktif ke depan. Perseroan juga didukung neraca keuangan sehat, akses pendanaan yang kuat, serta kemungkinan kontrak afiliasi yang lebih besar. Hal ini membuat saham DEWA menjadi undervalued dengan potensi rerating signifikan ke depan.
Sedangkan BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin juga mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 300. Target tersebut menggambarkan keberhasilan DEWA dalam bertransformasi secara besar-besaran terkait operasionalnya sejak 2024 yang diharapkan mendorong lonjakan kinerja keuangan selama 2025–2027. Laba bersih DEWA diproyeksikan tumbuh pesat dengan rata-rata tahunan (CAGR) 54% periode 2025-2027.

