Investor Ini Lepas Rp 548,89 MIliar Saham Darma Henwa (DEWA), Harga Jualnya di Bawah Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Madhani Talatah Nusantara melepas sebanyak 6,45% saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 548,89 miliar. Penjualan tersebut menjadikan total saham DEWA yang dikendalikan pemegang saham tersebut berkurang dari semula 19,58% menjadi 13,09% saham.
Madhani melepas sebanyak 2,63 miliar saham DEWA dengan harga pelaksanaan Rp 208 per saham pada 8 Agustus 2025. Harga jual tersebut lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan saham DEWA hari tersebut berada di level Rp 220 per saham.
Baca Juga
Melesat ke Level Tertinggi sejak 2009, Simak Kembali Target Harga Saham Darma Henwa (DEWA) Ini
Penjualan saham tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan Madhani Talatan sepanjang bulan Agustus 2025. Pada 4 Agustus, perusahaan tersebut telah melepas sebanyak 606 juta saham DEWA dengan harga Rp 75 per saham, sehingga diraup dana mencapai Rp 45,45 miliar.
Sebelumnya, Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan, manajemen DEWA menunjukkan komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan dengan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 942 miliar untuk pembelian alat berat guna meningkatkan kapasitas in-house menjadi 90 juta bcm hingga akhir 2025. Sebagian alat telah tiba di site Lubuk Tutung dan siap beroperasi penuh di kuartal IV tahun ini. Aksi tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham DEWA dengan target harga Rp 350 per saham.
Selain pertumbuhan organik ekspansi alat berat, dia mengatakan, DEWA dinilai berpeluang memperoleh kontrak baru dari Ithaca Resources. Jika terealisasi, kontrak baru ini berpotensi menambah volume pekerjaan hingga 50–100 juta bcm. Kontrak ini bisa meningkatkan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 30% dan 47%.
Baca Juga
CAGR Laba Diprediksi 54% hingga 2027, Saham Darma Henwa (DEWA) Dihargai Segini
Target harga tinggi terhadap saham DEWA juga datang dari BRI Danareksa Sekuritas. Saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 300. Target tersebut menggambarkan keberhasilan DEWA dalam bertransformasi secara besar-besaran terkait operasionalnya sejak 2024 yang diharapkan mendorong lonjakan kinerja keuangan selama 2025–2027. Laba bersih DEWA diproyeksikan tumbuh pesat dengan rata-rata tahunan (CAGR) 54% periode 2025-2027.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Timothy Wijaya dan Erindra Krisnawan mengatakan, DEWA sudah bertransformasi secara besar-besaran terkait operasionalnya sejak 2024 yang diharapkan mendorong lonjakan kinerja keuangan selama 2025–2027. “Dengan strategi insourcing dan efisiensi biaya, laba bersih DEWA diproyeksikan tumbuh pesat dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) 54% periode 2025-2027,” tulis riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

