IHSG ATH Berkali-Kali, Kemenkeu Tegaskan Pasar Modal Masih Butuh Dukungan Dana Pensiun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memandang bahwa pasar modal Indonesia masih membutuhkan dukungan dana pensiun. Hal ini masih ditegaskan Kemenkeu, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah berkali-kali all time high tahun ini.
“Namun pasar modal kita memang perlu kita siapkan lebih kuat lagi, jadi kami baru melihat kasus India yang berkembang sekali dalam 5-10 tahun terakhir, apa yang dilakukan? Mereka menciptakan demand side creation,” jelas Direktur Jenderal Sektor Keuangan dan Kerja Sama Internasional, Kementerian Keuangan Masyita Crystallin Mahendra pada CEO Networking 2025 di St Regis, Selasa (18/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut Masyita memberikan contoh India yang membuat program yang mewajibkan dana pensiun untuk berinvestasi di pasar modal dalam bentuk saham, sehingga tidak terbatas pada reksa dana pendapatan tetap dan obligasi pemerintah.
Baca Juga
IHSG Tetap Bullish di Tengah Ketidakpastian Global, OJK: Downside Risk Sudah Terprediksi
“Tadi saya sampaikan, pengembangan pasar keuangan demand side kita bisa belajar dari negara-negara yang menyiapkan diri lebih cepat, misalnya India karena karakteristik GDP per kapitanya mirip Indonesia,” sambung Masyita.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) setidaknya 14 kali secara ejak awal tahun (year to date/ytd). Sementara hingga 7 November 2025, IHSG mencatat kenaikan sebesar 18,57% (ytd) ke posisi 8.394.
Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar juga tembus Rp 15.316 triliun atau naik 24,16% (ytd). Angka ini setara 69,18% dari produk domestik bruto (PDB) nasional.
Ia menegaskan dalam target pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2027, kapitalisasi pasar saham terhadap PDB ditargetkan sebesar 68% pada 2029 sehingga telah tercapai lebih cepat tahun ini.

