Bank Nobu (NOBU) 'Comot' KUR Perumahan Rp 2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), anak usaha Lippo Grup, telah menyomot Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp 2 triliun dan ditargetkan penyalurannya hingga akhir Desember 2025.
CEO Lippo Grup James Riady mengatakan, target tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mempercepat realisasi pembiayaan perumahan rakyat.
“Pemerintah itu kan ingin supaya program ini berhasil, dan kami menargetkan itu Rp 2 triliun dalam waktu dua bulan sampai akhir Desember (2025). Dan sampai sekarang ini perjalanannya cukup baik,” ungkap James saat ditemui di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Sebelumnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat sebanyak 117 debitur telah mengakses kredit usaha rakyat (KUR) perumahan dengan total nilai Rp 267,14 miliar. Program kredit pembiayaan perumahan (KPP) ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM di sektor perumahan.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Kementerian PKP Sri Haryati menyatakan, hingga 4 November 2025 pukul 09.00 WIB, terdapat 66 debitur dari sisi suplai dan 51 debitur dari sisi demand yang telah mengikuti program ini.
“Per 4 November, dari sisi suplai sudah ada 66 debitur, dan dari sisi demand ada 51 debitur,” kata Sri dalam konferensi pers di kantor BP Tapera, Menara Mandiri 2, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Dalam paparannya, sebanyak 86 debitur telah menerima pencairan dana senilai Rp 182,94 miliar, sedangkan 31 debitur lainnya masih dalam proses pencairan dengan total Rp 84,2 miliar.
Sri menjelaskan, dari sisi suplai, debitur yang memperoleh pembiayaan berasal dari kalangan pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan, dengan total penyaluran mencapai Rp 250,48 miliar. Sementara dari sisi demand, yakni pelaku usaha kecil atau masyarakat yang mengajukan pembiayaan rumah untuk tempat usaha, total kredit yang diajukan senilai Rp 16,66 miliar.
“Skema ini tidak hanya menyasar pengembang atau kontraktor, tapi juga masyarakat kecil yang ingin membangun rumah yang bisa difungsikan sebagai tempat usaha,” tutur Sri.

