Sentimen IPO Superbank Jadi Katalis, Saham EMTK Diproyeksi Tembus Rp 1.700
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan harga saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang telah melonjak hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir dinilai merupakan hasil kombinasi antara faktor fundamental, sentimen pasar, dan strategi korporasi yang menarik perhatian investor.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai kinerja keuangan EMTK menjadi pendorong utama reli saham emiten milik Grup Emtek tersebut.
“Darisisi fundamental, kinerja keuangan EMTK mencatat lonjakan luar biasa pendapatan naik 58,7% pada semester I-2025 dan 57,8% pada sembilan bulan pertama 2025, sementara laba bersih melonjak lebih dari 1.000% secara tahunan,” kata Hendra kepada investortrust.id Jumat, (7/11/2025).
Menurutnya, lonjakan laba tersebut terutama dipicu oleh keuntungan investasi dari penjualan sebagian kepemilikan saham EMTK di Grab Holdings yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
“Penjualan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk melakukan realisasi keuntungan dan memperkuat posisi kas perusahaan, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi EMTK untuk mempercepat ekspansi di sektor digital dan keuangan,” terang dia.
Selain faktor fundamental, Hendra menilai rumor mengenai rencana IPO Superbank, anak usaha EMTK melalui PT Elang Media Visitama yang memiliki 31,11% saham di bank tersebut turut menjadi katalis penting yang mendorong optimisme pasar.
“Investor menilai IPO Superbank akan membuka potensi valuasi baru bagi EMTK karena Superbank dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi di sektor perbankan digital, apalagi dengan dukungan ekosistem kuat dari Grab dan Singtel sebagai mitra strategis,” ucap dia.
Menurut Hendra, spekulasi pasar terhadap valuasi pasca IPO dan potensi revaluasi aset digital EMTK menjadi salah satu sentimen utama yang mempercepat kenaikan harga saham sepanjang tahun ini.
Baca Juga
BEI Tanggapi Soal Prospektus IPO Superbank yang Beredar di Publik
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa arah strategis EMTK ke depan akan semakin fokus pada sinergi bisnis digital, keuangan, dan media untuk membangun ekosistem terintegrasi yang berkelanjutan.
“Meskipun laba bersih 2025 sebagian besar masih ditopang oleh keuntungan investasi, pertumbuhan pendapatan operasional yang solid menunjukkan peningkatan kualitas kinerja inti,” jelas Hendra.
Dengan momentum pertumbuhan yang kuat, realisasi IPO Superbank, dan potensi pengembangan bisnis digital yang makin matang, Hendra menilai EMTK berpotensi mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun.
Secara proyeksi, pendapatan EMTK sepanjang 2025 diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp7,8–8 triliun dengan potensi laba bersih di kisaran Rp4–4,5 triliun, sebagian besar ditopang oleh divestasi aset dan efisiensi biaya, di mana cost of goods sold (COGS) turun hingga 72,7%.
“Dari sisi teknikal, saham EMTK masih menarik untuk dikoleksi dengan rekomendasi trading buy, target harga pertama di Rp 1.405 dan target lanjutan di Rp 1.700, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap keberhasilan IPO Superbank dan pertumbuhan bisnis digital grup Emtek,” pungkas Hendra.

