Didorong Tiga Katalis Utama, BRIDS Jagokan UNVR, BUMI, dan EMTK di Tengah Potensi Profit Taking IHSG
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan terakhir Oktober (27-31 Oktober 2025) dengan pelemahan tipis sebesar -1,3%. Meskipun pasar sempat mendapatkan sentimen positif dari pemotongan suku bunga The Fed dan pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin AS dan China, aksi taking profit tampaknya mendominasi pergerakan pasar.
Secara keseluruhan, kinerja IHSG sepanjang bulan Oktober masih mencatatkan performa positif +1,13%. Memasuki pekan pertama November (3-7 November 2025), BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencermati sejumlah katalis utama yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar, sekaligus mendorong rekomendasi trading pada saham-saham pilihan seperti Unilever (UNVR), Bumi Resources (BUMI), dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK).
Sejumlah katalis domestik dan global menjadi fokus utama. Katalis pertama datang dari meredanya ketegangan dagang global setelah adanya kesepakatan sementara antara Donald Trump dan Xi Jinping di Busan. Kesepakatan ini mencakup pemangkasan tarif impor AS dari China, dari 57% menjadi 47%, termasuk pemotongan 10% untuk tarif obat prekursor fentanil. Sebagai balasan, China setuju meningkatkan impor kedelai dari AS serta menjaga pasokan mineral tanah jarang untuk stabilitas rantai pasok global. Kesepakatan ini memicu reaksi positif pasar dengan harapan ketegangan dagang kedua negara mereda.
Katalis kedua adalah proyeksi perlambatan inflasi domestik pada Oktober 2025. Konsensus pasar memperkirakan inflasi hanya naik sekitar 0,05% secara bulanan (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,21%. Perlambatan ini didorong oleh stabilnya harga pangan dan energi, di mana kenaikan harga beras mulai mereda dan beberapa komoditas seperti cabai dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Inflasi yang terkendali berpotensi merespons positif pasar saham karena memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menahan atau bahkan melonggarkan kebijakan suku bunga, yang secara khusus bisa menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan dan konsumsi.
Sementara itu, katalis ketiga yang memberikan sentimen campuran datang dari isu Rebalancing MSCI November 2025. MSCI berencana mengubah metodologi perhitungan free float yang bisa menurunkan bobot Indonesia di indeks Emerging Markets dari 1,4% menjadi sekitar 1,2%, meskipun potensi outflow asing diperkirakan mencapai US$2 miliar jika diterapkan pada review Mei 2026.
Kendati memberikan tekanan jangka pendek pada IHSG, isu ini justru menciptakan peluang positif bagi saham yang berpotensi masuk indeks, seperti BREN dan BRMS, sementara EMTK juga menunggu kenaikan harga agar memenuhi kriteria.
Secara teknikal, IHSG dihadapkan pada skenario bullish dan bearish. Indeks masih terjaga di atas MA60 dengan support klasiknya di 8040 - 8090, dan diproyeksikan menuju level resistance 8230 - 8320 jika didukung sentimen positif. Namun, perlu diwaspadai adanya candle bearish reversal (shooting star) dan indikator stochastic yang mengarah ke bawah, mengindikasikan rawan taking profit dengan target pelemahan pada support 8045 - 7910. Di sisi kinerja sektor, minggu sebelumnya Sektor Kesehatan memimpin dengan kenaikan +3,34%, diikuti Basic-Ind +0,53% dan Cyclical +1,22%.
Baca Juga
Di tengah kondisi pasar yang dinamis tersebut, BRIDS merekomendasikan tiga saham unggulan, yakni:
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Saham ini menjadi salah satu yang paling banyak diakumulasi investor asing selama sebulan terakhir dengan inflow sebesar Rp 463 miliar. Secara teknikal, harga UNVR masih strong bullish dan berpotensi membentuk pola bullish pennant, dengan target penguatan diproyeksi mencapai level 2780 - 2990. BRIDS merekomendasikan rencana trading beli pada rentang 2450 - 2550.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Secara fundamental, BUMI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 19 November 2025. Sementara secara teknikal, harga BUMI membentuk pola ascending triangle dengan neckline di level 137. Selama berada di atas level tersebut, kenaikan diproyeksi hingga level 151 - 164. Rekomendasi trading beli untuk BUMI berada pada rentang 138 - 142.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Saham ini memiliki fundamental kuat setelah membukukan laba yang meroket 1.361% secara tahunan (YoY) hingga kuartal III-2025. Selain itu, EMTK juga berpeluang untuk dicermati dalam konteks rebalancing MSCI. Secara teknikal, harga EMTK masih dalam tren bullish dan berhasil rebound dari support pentingnya pada 1065. Proyeksi kenaikan diperkirakan hingga level 1320 - 1560. BRIDS menyarankan rencana trading beli pada level 1070 - 1085.
Rekomendasi ini disusun sebagai bagian dari program Ngintip Saham Minggu Depan BRIDS, yang mencatatkan tingkat kemenangan (win rate) sebesar 73,1% dari 54 rekomendasi yang diberikan sebelumnya, dengan total akumulasi dari semua rekomendasi mencapai 514,2%.
Investor juga disarankan untuk memantau kalender ekonomi minggu ini, termasuk data penting S&P Global Manufacturing PMI Indonesia (2 November 2025), Inflasi Indonesia (3 November 2025), dan GDP Growth Rate Indonesia (5 November 2025).

