The Fed Turunkan Suku Bunga, BRIDS Prediksi IHSG Berpeluang Tembus 8.320
JAKARTA, investortrust.id – Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Helmy Kristanto menilai bahwa keputusan The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% pada pertemuan Oktober menjadi sinyal penting terhadap berakhirnya fase pengetatan moneter global. Sentimen tersebut berpotensi mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level 8.320.
Rapat The Fed pemangkasan suku bunga 25 basis poin disetujui dengan suara 10 banding 2, mencerminkan perbedaan pandangan di antara anggota FOMC. Sebagian pihak masih mewaspadai tekanan inflasi, sementara lainnya menilai kebijakan lebih longgar diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Bank Jakarta Catat Laba Rp 520,8 Miliar di Triwulan III 2025, Didorong Kenaikan Dana Murah
“Pemangkasan suku bunga The Fed menunjukkan arah kebijakan yang lebih seimbang. Likuiditas global berpotensi membaik, memberi ruang bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk menjaga stabilitas tanpa tekanan suku bunga tinggi,” ujar Helmy dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).
BRIDS juga melihat kebijakan The Fed menghentikan pengurangan neraca (balance sheet runoff) mulai 1 Desember 2025 akan memperkuat sinyal pelonggaran likuiditas global. Hal ini berpotensi mempercepat arus modal masuk ke pasar berkembang, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki imbal hasil aset menarik dan prospek pertumbuhan ekonomi solid.
“Sentimen pasar mulai berbalik positif seiring turunnya suku bunga global. Dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi stabil, dan ruang kebijakan yang masih luas, Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dibandingkan negara lain di kawasan,” tambah Helmy.
Baca Juga
Masuknya dana investor asing mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Data BRIDS mencatat net buy asing mencapai Rp 545 miliar pada sesi pertama perdagangan 30 Oktober 2025, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek pasar domestik mulai pulih.
Dari sisi teknikal, Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRIDS Chory Agung Ramdhani menyebut IHSG masih berada dalam tren kenaikan (bullish), dengan pergerakan harga berada di atas rata-rata jangka pendek dan menengah. Saat ini indeks berada di level 8.180, mendekati resistance 8.320, sementara support krusial ada di area 7.989.
Baca Juga
Permata Bank Ajak Pelaku Industri dan Pemerintah Bahas Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi Global
"Kami menilai penurunan suku bunga The Fed akan menjadi katalis fundamental yang kuat dan berpotensi mendorong IHSG menembus level resistance 8.320, selama area support tetap terjaga," ujarnya.
BRIDS menilai kondisi global yang lebih longgar menjelang akhir tahun berpotensi menjadi dorongan tambahan bagi pasar keuangan Indonesia. Stabilnya likuiditas global dan meningkatnya aliran dana asing juga dapat memperkuat sentimen window dressing, saat investor cenderung meningkatkan aktivitas beli di penghujung tahun.

