IHSG Sesi I Turun 0,13%, Sebaliknya DWGL dan LINK Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (31/10/2025), ditutup melemah 10,34 poin (0,13%) menjadi 8.173,72. Rentang pergerakan 8.144-8.215 dengan nilai transaksi Rp 8,56 triliun.
Penurunan dipengaruhi atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor industri turun 1,15%, sektor material dasar 0,97%, sektor kesehatan 1,30%, sektor energi 0,78%, sektor teknologi 0,50%, dan sektor keuangan 0,04%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer, sektor properti, dan sektor infrastruktur.
Baca Juga
Menko Airlangga: RI dan Korea Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Strategis
Meski indeks melemah tipis, dua saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu DWGL naik 24,86% menjadi Rp 462, dan LINK naik 24,82% menjadi Rp 3.420. Kenaikan juga melanda saham KOPI sebanyak 21,15% menjadi Rp 378, ATIC menguat 17,58% menjadi Rp 515, dan INOV naik 16,67% menjadi Rp 147.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 17,84 poin (0,22%) menjadi 8.184 disertai dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 784,98 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BMRI Rp 649,25 miliar, BBCA Rp 219,74 miliar, dan GOTO Rp 98,51 miliar.
Baca Juga
BFI Finance Cetak Laba Bersih Rp 1,17 Triliun di Kuartal III 2025, Tumbuh 4,7%
Kenaikan ditopang penguatan beberapa sektor saham, seperti sektor keuangan 1,14%, sektor teknologi 1,87%, energi 1,30%, sektor industri 0,88%, sektor konsumer primer 0,18%, dan sektor kesehatan 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, material dasar, konsumer non primer, dan properti.
Di tengah kenaikan tersebut, beberapa saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SSTM naik 25% menjadi Rp 875, DWGL menguat 25% menjadi Rp 370, ITIC melesat 24,74% menjadi Rp 474, dan TALF naik 24,40% menjadi Rp 520. Kenaikan juga melanda saham ASLI sebanyak 21,11% menjadi Rp 218.

