BFI Finance Cetak Laba Bersih Rp 1,17 Triliun di Kuartal III 2025, Tumbuh 4,7%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT BFI Finance Tbk (BFIN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,17 triliun di kuartal III 2025, atau tumbuh 4,7% secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang oleh naiknya piutang pembiayaan.
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengungkapkan, total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) mencapai Rp 26 triliun di kuartal III 2025, tumbuh 13% (yoy). Dengan realisasi pembiayaan baru yang naik 15,2% (yoy) menjadi Rp 16,4 triliun.
“Kinerja yang solid ini menjadi bukti bahwa strategi bisnis berbasis kualitas pembiayaan dan tata kelola perusahaan yang kuat mampu membawa pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (30/10/2025).
Dari sisi portofolio, komposisi piutang pembiayaan BFI Finance didominasi segmen berjaminan mobil sebesar 51,1%, diikuti berjaminan motor 7,6%, dan pembiayaan pembelian unit mobil 17,3%.
Baca Juga
Laba BFI Finance (BFIN) Tumbuh 11,1% Jadi Rp 762,2 Miliar di Semester I 2025
Di luar segmen otomotif, portofolio pembiayaan alat berat dan mesin tercatat 14,9%, berjaminan properti sebesar 5,4%, serta syariah dan lainnya mencapai 3,7%.
“Kami terus memperkuat inovasi layanan dan efisiensi proses guna menjaga kepercayaan konsumen dan mitra bisnis,” kata Sutadi.
Sejalan dengan itu, lanjut dia, rasio pembiayaan bermasalah tetap terjaga dengan baik. Tercermin dari non performing financing (NPF) bruto dan neto masing-masing berada di level 1,55% dan 0,26%.
Baca Juga
Tumbuh 9,6%, BFI Finance (BFIN) Catat Piutang Pembiayaan Rp 24 Triliun di 2024
“Sementara di sisi permodalan, gearing ratio tetap sehat di posisi 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum regulasi 10 kali, dan juga lebih rendah dibandingkan rata-rata industri 2,2 kali,” ucap Sutadi.
Menurutnya, struktur pendanaan BFI Finance juga terjaga dengan 63,2% sumber dana berasal dari lembaga keuangan dan non keuangan, diikuti pendanaan alternatif melalui penerbitan obligasi.

