Tumbuh 19%, Pembiayaan Baru BFI Finance (BFIN) Capai Rp 14,2 Triliun di Kuartal III 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan kinerja positif hingga kuartal ketiga 2024, hal ini tercermin dari realisasi pembiayaan baru yang mencapai Rp 14,2 triliun atau tmbuh 19,1% secara kuartalan.
Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono mengungkapkan, pihaknya menyatakan nilai piutang untuk sektor produktif dengan pembiayaan modal kerja dan investasi sebesar Rp 17,9 triliun.
“Capaian angka ini mencatat kenaikan sebesar 4,1% secara year on year (yoy) dan mengambil porsi paling besar, yakni 77,8% dibandingkan sektor konsumtif atau multiguna,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (28/10/2024).
Baca Juga
IHSG berpotensi Uji ATH Hari Ini, Saham BFIN dan MAPI Pilihan Teratas
Selain itu, berdasarkan piutang yang dikelola, bisnis BFI Finance masih didominasi oleh pembiayaan berjaminan kendaraan roda empat dan roda dua dengan pangsa 60,3%, diikuti pembiayaan kendaraan roda empat bekas dan baru yaitu 15,8%.
Lalu pembiayaan alat berat sebesar 15,1%, pembiayaan jaminan sertifikat properti dengan pangsa 4,7%, serta pembiayaan berbasis syariah dan lainnya 4,1%.
Baca Juga
Sudjono mengatakan, langkah positif yang dilakukan pemerintah seperti penurunan suku bunga acuan serta inflasi yang terus dikelola agar terjaga stabil diharapkan menjadi stimulus pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun.
“Dengan berbagai langkah strategi dan kelolaan manajemen risiko yang apik, kami tetap dapat menyalurkan pembiayaan sembari menjaga kualitas kredit di tengah persaingan pasar dan dinamika perekonomian saat ini,” ucapnya.
Tumbuhnya pembiayaan, lanjut Sudjono, dibarengi dengan terjaganya kredit macet. Hal ini terefleksi dari rasio non performing finance (NPF) bruto dan neto masing-masing 1,42% dan 0,27% per kuartal ketiga 2024.
“Kami berhasil menjaga tingkat NPF konsisten berada di level 1,5% dan menyediakan cadangan yang mencapai 2,6 kali dari NPF perusahaan, guna mengantisipasi potensi penurunan nilai di masa depan,” kata Sudjono.
Selain itu, BFI Finance juga menjaga gearing ratio sebesar 1,1 kali, jauh di bawah rata-rata industri yang mencapai 2,3 kali. Dikatakan dia, hal ini akan menjaga stabilitas BFI Finance di berbagai kondisi pasar dan likuiditas yang dinamis.

